Kunjungi DPRD Makassar, PHRI Sampaikan Aspirasi Soal Dana Hibah

BERITA.NEWS, Makassar – Puluhan demonstran yang tergabung dalam organisasi Badan Pimpinan Daerah (BPD) Perhimpunan Hotel Republik Indonesia (PHRI) Sulawesi Selatan melakukan aksi di depan gedung DPRD Kota Makassar, Jalan A.P. Pettarani, Rabu (03/02/2021).

Aksi ini diterima oleh Wakil Ketua DPRD Makassar Andi Suhada Sappaile didampingi Ketua Komisi B William serta Anggota Komisi B Hj. Nurul Hidayat di ruang Rapat Badan Anggaran DPRD Makassar.

Anggiat Sinaga selaku Ketua BPD PHRI Sulsel menyampaikan bahwa pihaknya meminta kebijakan politik dari Anggota DPRD Makassar kepada Pj. Walikota agar dana hibah bisa didistribusikan secepatnya. Sebab menurut beliau, kondisi pariwisata saat ini sangat memprihatinkan maka dari itu pihaknya sangat membutuhkan bantuan tersebut.

Baca Juga :  Dua Remaja Putri Tewas Tenggelam di Sungai Mandar Polman

“Kami memohon kekuatan dan dorongan politik Anggota DPRD Makassar kepada Pj. Walikota Makassar untuk melakukan kebijakan diskresi agar dana hibah bisa disalurkan mengingat kondisi perhotelan sangat minim penghasilan.” Ungkap beliau.

Mendengar pernyataan tersebut, Wakil Ketua DPRD Makassar Andi Suhada Sappaile mengemukakan sejumlah kendala pemerintah kota Makassar diantaranya adalah persoalan administrasi. Namun pihaknya akan terus mengawal hal ini bersama Komisi B DPRD Makassar agar secepatnya bisa didistribusikan kepada pihak industri.

Baca Juga :  Gempa M 5,5 Guncang Aceh, Warga Berhamburan Keluar Rumah

Sejalan dengan hal tersebut, Ketua Komisi B William merasa tindakan yang dilakukan pengusah-pengusaha ini sangat wajar jika dilandasi dengan kekecewaan. Dirinya sangat menyayangkan adanya persoalan ini. Selaku pribadi, dirinya mendukung untuk mendesak pemerintah Kota Makassar dan akan membahas hal ini dengan pimpinan DPRD Makassar selanjutnya.

“Kami apresiasi dengan aksi damai yang dilakukan PHRI, ini wajar-wajar saja dan kami sangat menyayangkan ketika ada dana hibah ini tidak diamnfaatkan dengan baik. ini menjadi catatan bagi pemerintah kota Makssar untuk tidak mengulang lagi kejadian seperti ini.” tandasnya.