Pandemi Covid-19, Realisasi Investasi Sulsel Meningkat Tajam Capai Rp12,02 Triliun

Kepala DPM-PTSP Sulsel Jayadi Nas (BERITA.NEWS/Andi Khaerul).
Kepala DPM-PTSP Sulsel Jayadi Nas (BERITA.NEWS/Andi Khaerul).

BERITA.NEWS, Makassar – Pemerintah Provinsi (Pemprov) dalam hal ini Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM-PTSP) sebut realisasi investasi yang masuk masih tetap tinggi meski dimasa pandemi Covid-19 saat ini. Selasa (2/2/2021).

Hal itu terlihat dari rilis investasi hingga akhir tahun 2020. DPM-PTSP Pemprov Sulsel mencatat ada Rp12,541 triliun yang masuk. Angka itu pula telah melebihi target yang sudah ditetapkan dalam RPJMD 2018-2023 sebesar Rp 7 triliun.

Secara rinci nilai investasi di Sulsel untuk Penanaman Modal Asing (PMA) sebesar Rp 3,399 triliun sedangkan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) Rp 9,142 triliun. Ada kenaikan 18,66 persen dari tahun 2019 realisasi hanya mencapai Rp10,2 triliun.

Angka itu melewati target RPJMD sebesar Rp7 triliun atau sekitar 179 persen dan BKPM Rp 12,02 triliun atau sekitar 104 persen. Selain itu jika dibandingkan dengan 2019 lalu, ada kenaikan 18,66 persen sebab saat itu realisasi hanya mencapai Rp10,2 triliun.

Baca Juga :  Andi Sudirman Ganti 3 Jabatan Plt Kadis, Ambarala Pimpin Dinsos

Kepala DPM-PTSP Sulsel, Jayadi Nas, menyebutkan beberapa faktor yang mempengaruhi realisasi investasi lampaui target. Salah satunya, dukungan pemerintah untuk mempermudah setiap izin para investor yang masuk.

“Selama inikan Pak Gub selalu ingatkan agar Sulsel harus ramah terhadap investasi,” ucap Jayadi.

Menurutnya, selama ini banyak perusahaan yang ingin melaporkan kegiatan LKPM-nya namun tidak mengetahui bagaimana caranya. Olehnya itu, pihaknya terus melakukan pendampingan mendorong peningkatan Investasi di Sulsel.

“Kami lakukan pendampingan secara persuasif untuk menjelaskan LKPM ini sangat mendukung peningkatan jumlah investasi di Sulsel,” pungkasnya.

Baca Juga :  Plt Gubernur Minta Pemda Tetap Pasang Foto Nurdin Abdullah di Setiap Kegiatan

Diketahui, ada 5 bidang sektor Investasi yang cukup menonjol hingga akhir tahun 2020. Yakni, transportasi, gudang dan telekomunikasi dengan nilai investasi sebesar Rp1,468 triliun. Pertambangan sebesar Rp1,096 triliun.

Selanjutnya sektor listrik, gas dan air sebesar Rp893 miliar atau 23 persen. Lalu sektor industri dan logam dasar, barang logam, bukan mesin dan peralatannya sebesar Rp194 miliar atau 5 persen. Sementara sektor lainnya Rp283 miliar.

 

 

 

Andi Khaerul