KPK Puji Capaian Realisasi Penerimaan Pajak Pemkab Gowa

Koordinasi Renaksi Pencegahan Korupsi KPK RI Korwil VIII di Baruga Karaeng Galesong Kantor Bupati Gowa. (Foto: berita.news/Putri).

BERITA.NEWS, Gowa – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melalui Tim Koordinasi dan Supervisi Bidang Pencegahan (Korsupgah) Wilayah VIII memuji capaian optimalisasi Penerimaan Pajak Pemerintah Kabupaten Gowa.

Hal ini disampaikan oleh, Person In Charge (PIC) tim Korsupgah KPK Sulawesi Selatan, Tri Budi saat menggelar Koordinasi Renaksi Pencegahan Korupsi KPK RI Korwil VIII di Baruga Karaeng Galesong Kantor Bupati Gowa, Kamis (28/1/2021).

Dirinya menyebutkan optimalisasi pajak daerah Pemkab Gowa tahun 2020 di atas 80 persen, yaitu berada di angka 80,9 persen. Tri Budi menilai bahwa pencapaian ini merupakan hal yang luar biasa, apalagi di masa Pandemi Covid-19.

Dari 8 area intervensi Monitoring Center Of Prevention (MCP) ini, optimalisasi pajak daerah persentase tertinggi 80,9 persen. Sementara Daerah intervensi lainnya, perencanaan dan penganggaran APBD 63,9 persen, APIP 56,8 persen, manajemen aset daerah 58,9 persen, pengadaan barang dan jasa 72,7 persen, manajemen ASN 69,8 persen, tata kelola dana desa 71,5 persen, pelayanan terpadu satu pintu 52,0 persen.

“Saya kira ini patut kita apresiasi karena optimalisasi pajak daerah di situasi seperti ini, di atas 50 persen saja sudah cukup baik,” kata Tri.

Ia berharap pencapaian ini bisa dipertahankan dan ditingkatkan. Selain itu dirinya juga berharap pemerintah Kabupaten Gowa terus melakukan inovasi-inovasi yang bisa meningkatkan PAD.

Baca Juga :  Pengurus KNPI Sinjai Dilantik, Bupati Berharap Bisa Jadi Partner dan Mitra Pemda

Sementara itu, Bupati Gowa Adnan Purichta Ichsan berharap sinergitas dan dukungan dari Korsupgah KPK untuk terus mengoptimalkan PAD Kabupaten Gowa. Apalagi menurut Adnan Dana Transfer dari Pusat dan Dana Bagi Hasil dari Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan mengalami penurunan.

“Yang terpenting di tengah situasi pandemi Covid-19 saat ini kita bisa melihat potensi-potensi Pendapatan Asli Daerah yang mau dioptimalisasi yang Insya Allah bisa bermanfaat bagi Kabupaten Gowa ini,” ujar Adnan.

Di tempat yang sama Kepala Badan Pendapatan Daerah Kabupaten Gowa, Ismail Majid menyebutkan bahwa penerima pajak di Kabupaten Gowa sudah mencapai 100 persen. Adapun dari hasil penilaian Penilaian Korsupgah KPK sebanyak 80,9 persen hal itu dikarenakan masih ada laporan yang belum tersampaikan.

“Alhamdulillah kita tercapai dari harapan kita berdasarkan MCP yang kami laporkan 80,9 persen, masih ada hal-hal yang belum tersampaikan laporannya karena terlanjur closing oleh KPK. Sehingga dari 80,9 persen yang terlapor di KPK masih ada kemungkinan di atas dari itu,” jelasnya.

Untuk penerimaan Pajak tahun ini, Ismail Majid mengungkapkan ada penurunan. Hal ini dikarenakan. Hal ini dikarenakan ada adanya beberapa jenis pajak yang mengalami penurunan, seperti pajak hotel, restoran dan pajak hiburan.

Baca Juga :  Jamaah Pesantren Mahfilud Dluror di Jember Puasa Lebih Awal

“Itu disebabkan karena adanya insentif usaha dimana pada bulan April, Mei dan Juni kami tidak pungut pajak. Karena itu bagian dari pemilihan ekonomi secara nasional,” ungkapan.

Kedepan Pemerintah Kabupaten Gowa akan terus melakukan inovasi dalam upaya meningkatkan PAD yaitu dengan melakukan pemutakhiran data terkait dengan pajak yang dikelola Kabupaten Gowa. Kemudian indentifikasi potensi pajak dan melakukan pengawasan.

Begitupun dengan Kasatgas Koorsupgah KPK Wilayah IV, Niken Aryati berharap sinergitas dengan Pemerintah Kabupaten Gowa tetap berjalan dengan baik. Sehingga bisa mendorong delapan area intervensi MCP untuk lebih baik lagi kedepannya.

Pertemuan ini turut dihadiri, Pj Sekda Gowa, Hj Kamsina, para asisten, staf ahli dan pimpinan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) lingkup Pemerintah Kabupaten Gowa dan seluruh camat.

  • Putri