Gubernur: Siapapun Yang Melanggar Harus Dihukum

Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah (NA). (Dok. Pemprov)
Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah (NA). (Dok. Pemprov)

BERITA.NEWS, Makassar – Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah (NA) angkat bicara terkait kasus dugaan penyalahgunaan anggaran bantuan sosial (bansos) Covid-19. Gubernur menegaskan bahwa siapapun yang melanggar harus dihukum.

Nurdin menjelaskan bahwa pihaknya sudah memanggil Sekprov Sulsel Abdul Hayat Gani. Saat ini masalah tersebut sudah ditangani Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (APIP).

Ia mengaku sudah mendapat penjelasan. Namun perlu dibuktikan lebih jauh.

“Tadi sudah saya panggil Sekda. Di APIP sudah jelas semua. Tentu butuh pembuktian. Tapi bagi saya siapa pun yang melanggar harus dihukum. Kita di Sulsel sudah sepakat untuk menciptakan pemerintahan yang bersih, pemerintahan yang melayani,” tegasnya, Jumat (22/1/2021).

Menurutnya, masa pemerintahan dirinya bersama Wakil Gubernur Andi Sudirman Sulaiman telah komitmen untuk mengawal pemerintah yang bersih.

“Jadi kalau masih ada yang berani bermain ya udah risikonya ada. Termasuk soal ini. Kepala bidangnya kan langsung saya copot karena hasil pemeriksaan,” ungkapnya.

“Makanya tadi saya udah panggil pak sekda. Itu harus secara jujur menyampaikan kalau memang ada. Tapi pak sekda bilang gak ada. Makanya kita lihatlah nanti. Yang penting sekarang TPTGR, saya minta kembalikan kerugian negara,” tegas Nurdin.

Diketahui, nama Sekprov Abdul Hayat Gani pertama kali disebut Kasmin Kepala Bidang Perlindungan dan Jaminan Sosial Dinas Sosial Sulsel yang dicopot.

Ia membeberkan nama Abdul Hayat Gani saat diminta keterangan di sidang Majelis Tuntutan Ganti Rugi (MTGR).

Sekprov Abdul Hayat Gani pun sudah jelas-jelas membantah. “Ngawur dia, tidak betul,” kata Hayat Gani.

  • ANDI KHAERUL