Seorang Pria Ditemukan Meninggal Dalam Bus, Sempat Mengeluh Sakit Kepala

Petugas mengevakuasi jenazah pria yang ditemukan meninggal dunia dalam bus di Pool Bus Safari Dharma Raya, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Rabu (13/1/2021) (ANTARA/HO-Polres Metro Jakarta Selatan)

BERITA.NEWS, Jakarta – Polsek Metro Kebayoran Lama mengevakuasi jenazah seorang pria yang ditemukan meninggal dunia dalam bus yang ditumpanginya di Pool Bus Safari Dharma Raya, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, korban diduga meninggal karena sakit, Rabu (13/1/2021).

Penemuan korban meninggal dunia tersebut dilaporkan pukul 08.30 WIB, identitas korban berinisial IR usia 24 tahun, beralamat Sukamaju, Cimanggu, Sukabumi, Jawa Barat.

Dari hasil keterangan saksi di lapangan korban IR dan saksi P baru sampai dalam perjalanan dari Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB). Keduanya berangkat tanggal 12 Januari 2021 pukul 24.30 WIB.

Keduanya menumpangi bus Safari Dharma Raya dari Mataram menuju Jakarta. Sesampainya di Pool Bus Safari Dharma Raya, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan pukul 07.30 WIB, korban IR mengeluhkan sakit.

Baca Juga :  Punya Dokter Spesialis Handal, Keisha Glow Kini Hadir untuk Manjakan Wanita di Makassar

“Korban mengeluh tidak bisa turun dari bus karena kepalanya sakit, kemudian saksi P turun dari bus dan meminta pertolongan supir untuk menurunkan korban,” kata Kasubag Humas Polres Metro Jakarta Selatan, AKP Rita OS.

Lebih lanjut Rita mengatakan pada saat saksi akan menurunkan korban dari dalam bus, korban sudah meninggal dunia.

Menurut saksi P, sepanjang perjalanan dari Mataram menuju Jakarta, korban IR sudah mengeluhkan sakit pada bagian kepala.

“Sepanjang perjalanan korban sudah dalam keadaan sakit dan selalu mengeluh kepalanya sering sakit,” kata Rita.

Baca Juga :  Punya Dokter Spesialis Handal, Keisha Glow Kini Hadir untuk Manjakan Wanita di Makassar

Terkait korban meninggal di dalam bus, pihak Pool Bus Safari Dharma Raya lantas melaporkan peristiwa tersebut kepada petugas Polsek Metro Kebayoran Lama.

Petugas kemudian menuju lokasi menggunakan alat pelindung diri (APD) untuk melakukan identifikasi terhadap korban dan memanggil tenaga medis Puskesmas Kebayoran Lama untuk memeriksa kondisi korban sesuai protokol kesehatan.

“Jenazah korban sudah dibawa ke Rumah Sakit Fatmawati untuk dilakukan visum,” kata Rita.

  • ANTARA