Sadis, Dua Remaja di Makassar Dibusur Mata dan Pahanya oleh Pria Bertopeng

Remaja yang kena busur sedang dirawat di Rumah Sakit Kota Makassar.

BERITA.NEWS, Makassar–Sungguh malang nasib kedua anak remaja berinisial AS, 17 tahun dan AD, 18 tahun, yang menjadi korban keganasan dari sekelompok pria bertopeng di Kota Makassar. Mereka dianiaya dengan cara dipanah busur hingga mengenai mata dan pahanya.

Aksi penyerangan pria misterius itu terjadi di BTN Pepabri, lapangan Blok B, Bakung Kecamatan Biringkanaya, Kota Makassar, pada Sabtu 9 Januari 2021 lalu.

Informasi yang dihimpun, kedua anak remaja tersebut diserang sekelompok pria menggunakan panah busur saat hendak pergi membeli rokok di toko dekat rumahnya.

“Mereka mau pergi beli rokok, dan tiba-tiba ada 13 orang menggunakan penutup wajah dan kepala dengan membawa busur serta tameng, langsung melepaskan busur ke arah korban ini,” kata Kapolsek Biringkanaya, Kompol Wayang Wayracana Aryawan mengatakan, saat dikonfirmasi Selasa 12 Januari 2021.

Baca Juga :  Mobil Truk di Makassar Lindas Pemotor hingga Tewas, Diduga karena Rem Blong

Wayang menjelaskan, bahwa penyerangan itu bermula ketika AS alias Uccili bersama rekannya hendak membeli rokok di dekat rumahnya, kemudian saat dijalan, tiba-tiba mereka dihadang sejumlah pria bertopeng dan langsung dipanah anak busur.

“Korban (AS) dan temannya ini, sempat melawan dengan cara melempari batu ke arah pria bertopeng itu, hanya saja AS terkena busur yang melukai bola matanya,” bebernya

Usai dibusur, lanjut Wayang, sejumlah rekan AS langsung teriak meminta tolong, sehingga korban AD bersama temannya, datang dan menyerang para pelaku.

Baca Juga :  Jaksa Agung: 222 Perkara Dihentikan Berdasarkan Keadilan Restoratif

“Pria bertopeng itu sempat dipukul oleh korban (AD), tapi, ketika mereka saling serang dengan panah busur, malah AD juga terkena busur dan tertancap di pahanya,” kata Wayang.

Hingga kini, kedua korban masih menjalani perawatan di rumah sakit terdekat untuk menjalani perawatan.

Sementara pihak kopolisian masih terus melakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi, dan mengidentifikasi bahwa terduga pelaku berasal dari wilayah yang ada di sekitar lokasi.(sup)