Pengalaman Penyintas Covid-19 yang Donorkan Plasma Konvalesen: Agar Berguna bagi Sesama

Ilustrasi

BERITA.NEWS, Semarang – Para penyintas Covid-19 yang telah dinyatakan sembuh bisa ikut berperan membantu kesembuhan mereka yang masih berjuang melawan infeksi virus corona tipe baru dengan cara menyumbangkan plasma darahnya. Plasma darah dari donor yang sudah dinyatakan sembuh dari Covid-19 ini dikenal dengan plasma konvalesen.

Orang-orang yang pernah terinfeksi dan sudah dinyatakan sembuh dari Covid-19 memiliki antibodi di dalam plasma mereka. Antibodi ini berperan dalam memperkuat pertahanan sistem imun tubuh.

Pemanfaatan plasma konvalesen yang memiliki antibodi terhadap Covid-19 ini dinilai dapat membantu pemulihan pasien-pasien Covid-19 lainnya.

Kepala Unit Donor Darah PMI Kota Semarang dr Ana Kartika mengatakan bahwa ada beberapa kriteria seseorang bisa menjadi pendonor plasma. Antara lain, sehat, umur 18-60 tahun, berat badan lebih dari 55 kg, pernah positif terinfeksi Covid-19, dan ada hasil negatif PCR setelah 14 hari sembuh.

Selanjutnya, PMI akan memeriksa titer antibodi si pendonor. Adapun untuk tingkat kesembuhan pasien Covid-19 usai menerima plasma, sampai saat ini masih dalam penelitian.
“Di Kariadi (RSUP Kariadi) yang kami dengar 70 persen dari pasien Covid yang menerima plasma, responnya bagus. Tapi hasil penelitian belum dipublikasikan, masih dievaluasi lagi,” jelas Ana.

Dikatakannya, untuk meningkatkan jumlah pendonor plasma, PMI berkoodinasi dengan Dinas Kesehatan Kota Semarang untuk memperoleh data pasien Covid-19 yang telah sembuh. Kemudian, PMI menghubungi penyintas Covid yang sembuh.

Hingga kini, pihak PMI sudah mengambil donor dari sekira 100 orang pendonor plasma.

Baca Juga :  Sadarkan Masyarakat Taati Protokol Kesehatan, Polres Sinjai Gelar Ops Yustisi

Donor Plasma sampai Dua Kali

Salah satu yang menjadi pendonor plasma konvalesen adalah Kepala Kereta Api Indonesia (KAI) Daop 4 Semarang, Muhamad Nurul Huda Dwi Santoso. Dirinya tergugah untuk mendonorkan plasma konvalesen.

Hal ini juga sesuai dengan imbauan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo agar penyintas Covid-19 yang sembuh mau mendonorkan plasma konvalesen.

Nurul Huda mengaku tergerak hatinya menjadi pendonor plasma setelah adanya ajakan gubernur di sejumlah media massa. “Saya datang ke PMI Kota Semarang, kemudian dilakukan serangkaian tes, apakah antibodi saya masih ada,” bebernya, di kantor PMI Kota Semarang baru-baru ini.

Di PMI Kota Semarang, dirinya menjalani serentetan tahapan yang merupakan persyaratan untuk mendonorkan plasma. Setelah sekira dua jam, dirinya dinyatakan layak untuk mendonorkan plasma oleh petugas PMI.

Bahkan, dirinya melakukan donor plasma sampai dua kali.

Nurul Huda percaya bahwa di balik Covid-19 yang pernah dideritanya, selalu ada hikmah. Di antaranya terdapat antibodi di tubuhnya sehingga dapat melakukan donor plasma.

Dengan melakukan donor plasma, hidupnya juga berguna untuk sesama. “Bahwa sebaik-baik manusia adalah mereka yang bermanfaat untuk sesama,” kata nurul Huda.

Menurutnya, sebagai orang yang bekerja di sektor transportasi kereta api, dirinya lebih sering bertemu dengan orang banyak. Tidak heran jika itu membuatnya pernah terpapar Covid-19.

Untuk menjaga diri, pihaknya melakukan sejumlah tes kepada jajaran karyawan di lingkup PT KAI Daop 4 Semarang. Bila dari tes ternyata reaktif, yang bersangkutan harus menjalani isolasi.

Baca Juga :  Sadarkan Masyarakat Taati Protokol Kesehatan, Polres Sinjai Gelar Ops Yustisi

Merasakan Kondisi Lebih Baik Setelah Diberikan Plasma

Salah seorang penerima donor plasma yang akhirnya sembuh dari Covid-19 adalah Dr dr Shofa Chasani. Pria asal Kota Semarang ini mengaku pemberian plasma ke dalam tubuhnya telah mempercepat penyembuhannya dari Covid-19.

Dokter spesialis penyakit dalam ini menjelaskan, dirinya terinfeksi Covid beberapa bulan lalu, setelah sebelumnya mengalami sesak nafas dan harus menjalani perawatan di RS Kariadi Semarang. “Oleh dokter yang merawat, saya diberikan plasma,” kata Shofa, dikutip dari laman resmi Pemprov Jateng.

Setelah mendapatkan plasma, tubuhnya menjadi lebih adem dan sesak nafasnya menjadi berkurang. Semakin hari, kondisi tubuhnya kian membaik meski dia tidak serta-merta sembuh dengan cepat.

“Plasma konvalesen itu pasti ada gunanya. Walaupun mungkin pada pasien lain belum tentu, karena ada efek samping dan sebagainya. Secara pribadi, pada waktu diberikan plasma itu merasakan lebih baik. Di samping obat-obat yang lain,” ucap Shofa.

Dia berharap agar para penyintas Covid-19 yang sembuh, untuk mendatangi kantor PMI, guna menjadi pendonor plasma konvalesen. Sehingga dapat menolong penyintas Covid-19 yang lain.

Dirinya juga mengimbau masyarakat untuk selalu menaati protokol kesehatan dengan menerapkan 4M, yaitu memakai masker, rajin mencuci tangan, menjaga jarak, dan menghindari kerumunan.

– YON