Ustaz Das’ad Latif Bubarkan Jemaah Demi Cegah Corona, Muhammadiyah: Jadi Contoh

Ustaz Das'ad Latif (int)

BERITA.NEWS, Jakarta – Muhammadiyah memuji sikap Ustaz Das’ad Latif di Kalimantan Timur (Kaltim) yang membubarkan jemaah yang berkerumun untuk mendengarkan tausiah demi mencegah COVID-19. Sikap itu dinilai bisa menjadi contoh menerapkan ajaran Islam.

“Apa yang dilakukan oleh Ustaz Das’ad bisa menjadi contoh bagaiamana melaksanakan ajaran Islam,” kata Sekretaris Umum PP Muhammadiyah Abdul Mu’ti kepada wartawan, Kamis (19/11/2020).

Abdul Mu’ti mengatakan mematuhi protokol kesehatan merupakan bagian dari ajaran Islam. Dia menyebut Islam mengajarkan agar umat beriman mematuhi ulil amri.

“Mematuhi protokol kesehatan yang ditetapkan oleh pemerintah adalah bagian dari ajaran Islam. Pertama, di dalam Al-Quran disebutkan agar kaum beriman mematuhi ulil amri. Termasuk ulil amri adalah pemerintah,” ujarnya.

Abdul Mu’ti mengatakan wajib hukumnya mematuhi pemerintah sepanjang tidak bertentangan dengan ajaran Islam. Selain itu, kata Abdul Mu’ti, Islam melarang perbuatan yang mendatangkan bahaya.

“Sepanjang aturannya tidak bertentangan dengan Islam, mematuhi pemerintah hukumnya wajib. Kedua, Islam melarang umatnya melakukan perbuatan atau kegiatan yang mendatangkan mafsadat (kerusakan, marabahaya), baik diri sendiri maupun orang lain,” tuturnya.

Baca Juga :  Update Covid-19 Hari Ini: Positif Bertambah 6.267, Sembuh 3.810, Meninggal 169

Sebelumnya, Ustaz Das’ad Latif membubarkan jemaahnya di Kecamatan Tanah Grogot, Kabupaten Paser, Kalimantan Timur (Kaltim), yang berkumpul untuk mendengarkan tausiah. Ustaz Das’ad tidak menduga ada begitu banyak jemaah yang datang.

Dia lalu membubarkan jemaah demi mencegah terjadinya penularan virus Corona (COVID-19). Ustaz Das’ad mengungkapkan awalnya dia diundang untuk mengisi ceramah di acara keluarga yang hendak menggelar akikah untuk bayinya. Undangan itu datang kepadanya pada Oktober lalu.

“Namanya keluarga kan bangga tong dia dibilang keluarganya Ustaz Das’ad, saya bantulah, namanya keluarga ya, perantau (di Kalimantan). Saya bilang, boleh, yang penting jangan ramai,” ujar Ustaz Das’ad, Rabu (18/11), dikutip dari Detikcom.

Ustaz Das’ad melanjutkan saat itu keluarga yang mengundangnya menyebut jumlah jemaah atau undangan yang hadir hanya 200 orang. Acara digelar di rumah keluarga tersebut. Ustaz Das’ad pun mengira tidak akan banyak jemaah yang hadir.

Baca Juga :  Prof. Hasbullah: Jangan Ceroboh dan Jangan Terkecoh

“Yang ada di benak saya, kalau di rumah, itu kan terbatas ya, oke,” katanya.

Ustaz Das’ad kemudian tiba di Paser, Kaltim, pada Selasa (17/11) malam di lokasi pengajian. Setelah beristirahat sebentar karena perjalanan yang jauh dari Makassar, Ustaz Das’ad kemudian siap memberi ceramahnya. Namun ternyata banyak jemaah yang hadir. Hal itu di luar dugaannya.

“Sampai di lokasi, kaget saya, kenapa banyak sekali orang ini, mobil parkir, dan motor itu mau setengah kilometer. Kaget saya, langsung saya mau pulang, tapi orang panitia bilang; ‘mati saya, Ustad, malu saya kalau Ustad tidak tampil’,” ujarnya.

– DETIK