Webinar Bareng KPCPEN, Sekda Barru Sebut 30 Produk UMKM Lokal Tembus Pasar Digital

BERITA.NEWS, Barru – Empat usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Kabupaten Barru, Sulawesi Selatan, telah masuk pasar digital. Konsumennya juga merambah sejumlah daerah hingga luar Sulawesi, seperti Kalimantan.

Saat ini, hampir 30 produk UMKM lokal yang sedang disupport untuk tembus ke pasar digital. Seperti produk tas, kuliner khas daerah Beppa Janda, telur asin, dan juga lulur hitam.

Hal itu diungkapkan oleh Sekretaris Daerah Barru Dr Ir Abustan MSi saat webinar yang digelar Pemkab Barru dengan Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN), Senin (16/11/2020).

Diskusi virtual yang disalurkan juga lewat YouTube dan Chanel Resmi KPCPEN ini mengangkat tema “Manfaat program pemulihan ekonomi nasional (PEN) bagi usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM).” Sejumlah narasumber hadir, selain Sekretaris Daerah Barru Dr Ir Abustan MSi ada pula Kadis Kominsta Barru Syamsuddin SIP MSi, dan dipandu host KPCPEN Agung Setiawan dan dilanjutkan oleh moderator lokal.

Baca Juga :  Tim Supervisi Dilantas Polda Kunjungi Polres Barru, Cek Pelayanan SIM dan Fasmat Satlantas

Abustan membawakan materi terkait “Manfaat Pemulihan Ekonomi Nasional bagi UMKM dalam Era Ekonomi Digital” yang berisi Latar belakang PEN, peranan program PEN dalam mendukung UMKM, transformasi ekonomi digital, dan perkembangan UMKM Barru dalam era perekonomian digital.

“Saat ini, sudah ada empat UMKM lokal Barru yang telah masuk ke pasar digital, semisal ibu yang tergabung di Takedabu, kemudian produk lokal Beppa Janda, Telur Asin, dan Lulur Hitam, yang ternyata pasarnya sampai ke Kalimantan melalui aplikasi start up yang ada,” kata Abustan.

Sedangkan, Kadis Kominsta Barru Syamsuddin memaparkan materi Potensi Bisnis Online dan Transformasi Ekonomi Digital, yang mengulas apa itu bisnis online, faktor pendorong ekonomi digital, peluang bisnis online.

Baca Juga :  Tim Supervisi Dilantas Polda Kunjungi Polres Barru, Cek Pelayanan SIM dan Fasmat Satlantas

“Kuncinya adalah kejujuran. Komunikasi virtual selain melalui beberapa saluran media sosial, juga butuh meyakinkan pasar digital dengan mengutamakan kejujuran,” jelas Syamsuddin yang pernah menjadi Sekretaris Badan Pendapatan Daerah sebelum diangkat sebagai Kepala Dinas yang mengurusi Komunikasi dan Informatika.

Dalam sesi tanya jawab, ada 9 pertanyaan dari peserta. Para peserta mengaku memahami bahwa pandemi Covid-19 bukanlah penghalang untuk berbisnis dengan metode digital.

Bahkan, kondisi ini menjadikan pangsa pasar semakin terbuka lebar, sepanjang mampu kompetitif dan berkualitas.

– MAULANA KARIM