Kondisinya Makin Membaik, Musjaya Titip Pesan Relawan Appi-Rahman Jangan Kendor Bergerak

BERITA.NEWS, Makassar – Muharram Madjid alias Musjaya, tim sukses Appi-Rahman yang jadi korban penusukan pendukung Danny Pomanto-Fatmawati Rusdi (Adama), kondisinya kini membaik.

Informasi itu diperoleh dari juru bicara Appi-Rahman, Fadli Noor, saat dikonfirmasi, Senin (16/11/2020).

Fadli Noor menerangkan, Musjaya kini sudah menjalani terapi pemulihan di salah satu rumah sakit di Jakarta.

“Syukur Alhamdulillah hari ini Mus sudah mulai sanggup menjalani terapi pemulihan fisioterapi,” katanya.

Dalam proses pemulihan itu lanjut Fadli Noor menerangkan, Musjaya sudah mampu menggerakan anggota tubuhnya dengan baik.

“Saudara kita Mus sudah mampu bangun serta menggerakkan anggota tubuhnya dengan cukup baik. Doa terbaik kami semua menyertainya setiap hari,” sambungnya.

Lebih lanjut Fadli yang juga Ketua PSI Sulawesi Selatan menyampaikan pesan khusus Musjaya kepada seluruh tim pemenangan, relawan dan pendukung Appi-Rahman untuk tetap berjuang di jalur kemenangan.

Baca Juga :  Danny Pomanto Pertanyakan Program Relaksasi Pajak Appi-Rahman, Ekonom UMI: Tidak Ada Sense of Crisisnya

“Mus juga menitip pesan kepada teman-teman pendukung untuk tetap bergerak, jangan kendor untuk memenangkan Appi-Rahman,” katanya.

Fadli juga berpesan kepada seluruh simpatisan dan jaringan pemenangan Appi-Rahman agar tidak terprovokasi dan menahan diri terhadap upaya-upaya untuk mengacaukan Pilkada ini.

“Elektabilitas Appi-Rahman saat ini tertinggi menurut beberapa lembaga survey nasional. Wajar jika migrasi dukungan ke Appi-Rahman bertambah, dan ada juga yang kebakaran jenggot” pungkasnya.

Sebelumnya Musjaya ditikam pada momen debat publik perdana Pilwali Makassar di halte depan gedung Kompas Gramedia, Jl Palmerah, Jakarta, Sabtu (7/11/2020) malam.

Akibatnya, Mus mengalami luka tusuk pada bagian pinggang kirinya dan harus dilarikan ke Rumah Sakit Siloam Kebun Jeruk, Jakarta.

Baca Juga :  Tak Pakai Masker, Warga di Losari Makassar Dapat Sanksi

Hanya berselang beberapa hari pasca kejadian, tim Resmob Polda Metro Jaya meringkus pelaku.

Dari hasil penangkapan ini terkuak jika penusukan ini dilakukan secara terstruktur dan terencana.

Sebanyak tujuh orang ditetapkan sebagai tersangka, lima diantaranya sudah mendekam dibalik jeruji Polda Metro Jaya.

Sementara itu ikut terungkap pula otak dari penusukan ini merupakan pendukung dari paslon nomor urut 1, Danny-Fatma, berinisal MNM.

Informasi yang dihimpun MNM merupakan salah satu pimpinan komunitas relawan yang bergerak memenangkan Adama.(*)