Dinkes Sulsel: Tingkat Kepatuhan Pakai Masker Masyarakat Capai 83 Persen

Kadis Kesehatan Sulsel Ichsan Mustari.

BERITA.NEWS, Makassar – Kepatuhan pada protokol kesehatan masyarakat Sulawesi Selatan (Sulsel) mengalami peningkatan. Khususnya, dalam memakai masker setiap kali melakukan aktivitas sehari-hari.

Data persentase tersebut berasal dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Pemprov Sulsel. Tingkat kepatuhan kesadaran masyarakat pada protokol kesehatan meningkat selama beberapa bulan terakhir di masa pandemi Covid-19.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Pemprov Sulsel Ichsan Mustari mengatakan hal itu sejalan dengan tingkat kesembuhan kasus positif Covid-19 juga meningkatkan. Persentasenya melebihi nasional.

“Nah kalau kita bisa lihat bahwa rata-rata jumlah masyarakat terkait kepatuhan memakai masker itu sekarang 83 persen, kemudian jaga jarak 52 persen tapikan kita berharap kita dorong terus masyarakat supaya bisa jaga jarak dengan baik,” kata Ichsan Mustari kepada BERITA.NEWS, Rabu (11/11/2020).

Baca Juga :  Appi-Rahman Ternyata Jago Main Film, Tonton Aksi Paslon Nomor 2 Makassar Ini di Youtube dan Instagram

Menurutnya, dengan dorongan terhadap kesadaran patuhi protokol kesehatan akan membantu menurunkan kasus Covid di Sulsel yang secara keseluruhan akumulasi 24 kabupaten kota saat ini berada di zona oranye.

“Hanya dengan protokol kesehatan 3 M utama, Memakai masker, Mencuci tangan, Menjaga jarak terus kita dorong,” kata Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Sulsel tersebut.

Diketahui, update terbaru Covid-19 saat ini tingkat kesembuhan per pukul 21:08, jumlahnya 16,995 atau 90,1 persen dari total konfirmasi saat ini 18,866 masih ada 1399 yang masih berstatus positif; 635 diantaranya tanpa gejala dan 765 memiliki gejala.

Baca Juga :  Lorong Wisata Adama Tak Realistis, Akademisi Nilai Usulan RDTR Appi-Rahman Solusi Strategik Kesemrawutan Makassar

“Jadi strategi yang terapkan bapak gubernur bahwa trisula bagaimana meningkatkan tracking kontak bagaimana melakukan testing yang ditemukan kontak, kemudian kita melakukan edukasi kalau positif,” pungkasnya.

– ANDI KHAERUL