Pengungsi Merapi Jalani Rapid Test, Logistik Dipastikan Tersedia

Jumlah warga Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, yang mengungsi akibat status siaga Gunung Merapi terus bertambah. Pihak BPBD pun menyiapkan lokasi pengungsian. Mereka menjalani rapid test. ()

BERITA.NEWS, Magelang – Status Gunung Merapi kini siaga level III. Ratusan warga yang bermukim di sekitar Gunung Merapi banyak yang memilih mengungsi. Jumlah pun terus bertambah.

Mengingat masih dalam masa pandemi, maka penerapan protokol kesehatan pun tetap dilakukan. Para pengungsi menjalani rapid test.

“Seperti kemarin, kepada para pengungsi tetap dilakukan protokol kesehatan dengan dilakukan rapid test,” kata Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, Edi Susanto saat meninjau pos pengungsian Merapi di Balai Desa Deyangan, Mertoyudan siang ini, Sabtu (7/11/2020).

Selain jumlah pengungsi yang terus bertambah, titik pos pengungsian juga bertambah tiga tempat, menjadi tujuh titik pos pengungsian hingga saat ini.

Baca Juga :  'Jogo Wartawan', Program PWI Jateng untuk Lindungi Pekerja Pers di Masa Pandemi

“Dari kemarin ada 607 pengungsi. Saat ini jadi 635 orang. Tambahan 28 pengungsi ini berasal dari Desa Ngargomulyo dan Paten, Kecamatan Dukun,” kata Edi Susanto.

Menurutnya, tambahan pengungsi ini langsung dialokasikan di Balai Desa Tamanagung, di tiga gedung lainnya, yakni Gedung Muhammadiyah, Gedung PPP, dan Gedung PDI, ditambah lapangan futsal.

Sebelumnya pos pengungsian Merapi di wilayah Kabupaten Magelang hanya ada empat titik antara lain, balai Desa Deyangan, Balai Desa Mertoyudan, Balai Desa Banyurojo, dan Balai Desa Tamanagung.

Terkait dengan logistik, Edi menambahkan, pihaknya sejak awal sudah mengetahui jumlah penduduk di beberapa desa yang akan mengungsi. Ia memastikan logistik akan tersedia sampai tiga hari ke depan.

Baca Juga :  Lorong Wisata Adama Tak Realistis, Akademisi Nilai Usulan RDTR Appi-Rahman Solusi Strategik Kesemrawutan Makassar

“Jadi kita sudah mengetahui sejak awal, bahwa di sembilan dusun di tiga desa yang akan mengungsi itu jumlah penduduknya kurang lebih 2.625 orang. Sekarang ini yang sudah mengungsi 635 orang. Jadi sisanya masih dalam pantauan kita, dan kita sudah siaga apabila sisanya nanti juga mengungsi,” jelas Edi.

  • YON