Kenang Bantuan Pupuk, Petani Tak Ragu Dukung Anir-Lutfi

BERITA.NEWS, Pangkep – Kedatangan calon bupati Pangkep, Andi Nirawati disambut meriah warga Kompleks Perumahan Bungoro Indah, Kecamatan Bungoro, Selasa (3/11/2020). Kedatangan Anir, sapaan akrab Andi Nirawati bersama tim, juga disambut yel-yel ‘appakabaji’.

Dua hari pasca debat perdana, Anir bersama tim kemudian melakukan sosialisasi program prioritasnya, dan mengadakan pelatihan pembuatan Kue Bola Coklat Meses. Pelatihan dimaksudkan, sebagai salah satu alternatif usaha warga jika mendapat bantuan modal dari Anir-Lutfi jika terpilih nanti.

H Mansur, relawan Anir-Lutfi Bungoro mengatakan, dirinya mendukung paslon nomor urut 4 dikarenakan program prioritas Anir-Lutfi yang sangat menarik. Dia dan istri rela menjadi relawan di Bungoro bersama ratusan warga lainnya.

“Saya suka program kerjanya ini. Bagus sekali, jelas, detail jadi orang paham, oh ini yang akan dia lakukan misalnya. Bantuan modal usaha untuk kesejahteraan rumah tangga misalnya itu banyak yang suka di sini, termasuk Kawasan Industri Pangkep atau KIPA,” kata Mansur.

Menurut dia, ketika Anir-Lutfi terpilih maka dirinya dan istri menunggu program bantuan modal usaha Rp10 Juta per KK tersebut.

“Ada ji usaha kecil-kecilan menjahit, tidak besar tapi biasa mamanya na ajar-ajar juga orang. Mudah-mudahan kalau garis tangannya mi, ada modal untuk buka usaha Insya Allah kita besarkan ini usaha,” ucap lelaki 58 tahun ini.

Baca Juga :  Trail Adventure, Kapolda Sulteng Jelajahi Kulawi Sambil Bakti Sosial

Lelaki yang telah pensiun bekerja di salah satu perusahaan itupun mengaku, kinerja Andi Nirawati telah teruji dan peduli rakyat kecil. Hal itu terbukti saat menjabat anggota DPRD Sulsel.

“Peduli, ada dulu bantuan yang pernah diberikan, jadi sudah tidak ragu saya,” ucapnya.

Di lokasi berbeda, Abdul Rasyid, Ketua Kelompok Tani Superio Desa Taraweang, Kecamatan Labakkang, berterima kasih kepada satu-satunya calon bupati perempuan ini.

Dia dan petani di sana, tidak menyangka bahwa sosok Anir yang berjuang di DPRD Sulsel untuk memenuhi kebutuhan pupuk petani ketika awal pandemi Covid-19.

“Petani di sini masalah utamanya pupuk. Tidak tahu kenapa itu langka. Kalau tidak langka, soal harga juga melambung. Ada juga, pupuk itu ada tersedia, tapi entah alasan bagaimanapun tidak bisa keluar,” curhat Rasyid di hadapan Anir saat sela-sela kunjungan ke Desa Taraweang, Kecamatan Labakkang, sore tadi.

Dirinya dan petani setempat pun menghaturkan terima kasih atas bantuan di desanya tersebut.

Saat menjabat legislator DPRD Sulsel, politisi Gerindra ini memang turun langsung menyerap dan mengobservasi aspirasi masyarakat.

Baca Juga :  Cerita Haru Pertemuan Mus dan Si Penyelamat; Tak Ada Badik yang Bisa Menghentikan Semangat Kami

“Saya memang langsung turun ke lapangan waktu itu untuk tahu apa yang menjadi problem masyarakat di sini. Karena memang waktu itu kami bentuk Anir Peduli sehingga permasalahan di lapangan dengan cepat dideteksi termasuk soal pupuk. Karena saya tahu kesulitan petani maka saya prioritas kan untuk perjuangkan,” ujarnya.

Karena kecintaan terhadap Pangkep dan dengan rasa peduli untuk berbuat lebih banyak, dirinya memutuskan untuk mundur sebagai legislator Sulsel.

“Kalau saya menjadi kepala daerah itu akan lebih mudah menyejahterakan masyarakat dibanding di DPRD. Saya harap kita dukung ka dan mari ki sama-sama membangun Pangkep serta kita buat sejarah bahwa seorang perempuan bisa memimpin Pangkep,” harapnya.

Di sela-sela sambutan, Anir membalas sambutan warga dengan senyum dan sangat merasa diterima di tengah-tengah masyarakat.

“Saya berterima kasih, Alhamdulilah saya disambut meriah di sini. Insyaallah, jangan ki lupa doakan saya di sujud salat ta, dukung nomor 4 tanggal 9 Desember nanti,” pungkasnya. (*)