Biaya Umrah saat Pandemi Dipastikan Lebih Mahal, Segini Kira-kira

Jemaah menunaikan umrah di Masjidil Haram di Mekah sambil mematuhi protokol kesehatan dengan mengenakan masker dan menjaga jarak sosial setelah pemerintah Arab Saudi melonggarkan pembatasan terkait pembendungan penularan penyakit virus corona baru (COVID-19) di kota suci umat Islam ini pada 3 Oktober 2020. (VIA REUTERS/MINISTRY OF HAJJ AND UMRAH)

BERITA.NEWS, Jakarta – Masyarakat Indonesia sudah bisa berkunjung ke tanah suci untuk menjalankan umrah per 1 November kemarin. Pelaksanaan umrah kali ini akan berbeda karena menerapkan protokol kesehatan yang ketat.

Sekjen Sarikat Penyelenggara Umroh dan Haji (SAPUHI), Ihsan Fauzi Rahman mengatakan paket umrah selama masa pandemi bertambah jadi 12 hari karena jemaah harus karantina selama 3 hari begitu sampai di Arab Saudi. Hal itu akan berdampak terhadap harga umrah yang bisa naik hingga 30%.

“Biaya umrah jelas (lebih mahal). Kami kemarin menghitung estimasi ada sampai 30%-an (kenaikan). Misalnya dari yang awalnya Rp 30 juta naik sekitar 30% bisa Rp 38-39 juta,” kata Ihsan, Senin (2/11/2020).

Selama pelaksanaan umrah, akan ada berbagai aturan baru seperti syarat test PCR yang ditanggung oleh calon jemaah. Selain itu juga ada pembatasan kapasitas mulai dari bus hingga kamar hotel, sehingga dibutuhkan biaya tambahan.

Baca Juga :  Rupiah Menguat 19 Poin pada Kamis Pagi

“Untuk yang PCR itu antara Rp 900 ribu sampai Rp 1,3 juta ditanggung jemaah. Terus biaya bisa nambah karena hotelnya yang biasa sekamar berempat jadi sekamar berdua. Terus bus yang biasa diisi 40 orang, bus itu kan sewa di sana selama 9 hari itu bisa Rp 12 juta, itu dengan yang sekarang diisinya oleh 20 orang jadi ada penambahan biaya lagi. Terus penambahan hotel karantina, otomatis berubah dari 9 hari menjadi 12 hari,” jelasnya.

Baca Juga :  Rupiah Melemah 5 Poin pada Jumat Pagi

Namun perhitungan di atas belum bisa dipastikan karena belum ada ketentuan harga pasti dari pihak Arab Saudi. Pihaknya menyerahkan kepada semua calon jemaah apakah mau umrah dalam waktu dekat dengan risiko biaya lebih mahal, atau membatalkan keberangkatan sampai kondisi normal.

“Nanti akan ditawarkan kepada jemaah mau berangkatnya dengan pola seperti ini (12 hari) atau nanti menunggu dengan pola 9 hari. Cuma sekarang kita lagi edukasi masing-masing travel supaya dia bisa menjelaskan kepada masing-masing jemaahnya,” tandasnya.

  • DETIK