Pendapatan Wisata Nangkula Park Capai Rp 1,5 Miliar, Patut Dicontoh Desa Lain

Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Abdul Halim Iskandar bersama Bupati dan Ketua DPRD Tulungagung saat pembukaan Wisata Nangkula Park di Desa Kendalbulur, Kecamatan Boyolangu, Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur. ()

BERITA.NEWS, Tulungagung – Akhir-akhir ini destinasi wisata Nangkula Park yang dikelola oleh BUMDes Larasati milik Desa Kendalbulur, Kecamatan Boyolangu, Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur, menjadi trending kalangan wisatawan.

Kenapa tidak? Taman ini memiliki banyak obyek yang menarik dan eksotis di dalamnya yang layaknya tamanan tulip di Belanda.

Bukan itu saja, Nangkula Park juga memfasilitasi seniman, khususnya seniman loka untuk berkreasi. Disitu juga sudah disediakan tempat olahraga, yaitu lapangan bola. Ditambah lagi paronama yang alami, sehingga siapa yang melihat akan terpukau.

Namun tidak semua tahu jika wisata baru berumur jagung itu sudah bisa dibilang wisata yang sukses dari segi pengelolaan maupun ekomomi. Sampai-sampai peresmian Desa Digital Desa Kendalbulur sendiri dilakukan langsung oleh Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT), Abdul Halim Iskandar.

Baca Juga :  Top! Appi-Rahman Pede Gratiskan Pajak, Ternyata Sudah Ada Hitung-hitungannya

“Desa yang dianggap sukses apabila hadir di saat warganya yang miskin dan lapar bisa berupa bantuan atau program inovasi lainnya,” terang MENDes PDTT akrab disapa Gus Menteri, saat peresmian, Kamis (29/10/2020) kemarin.

Dia mengatakan, prinsip pembangunan desa adalah mengentaskan kemiskinan dan kelaparan. “Bagaimana kita mau bicara kesehatan dan pendidikan sementara kemiskinan masih mendominasi,” katanya.

Wisata Nangkula Park Kendalbulur patut dicontoh desa lainnya. Wisata yang dikelola oleh BUMDes Larasati milik Desa Kendalbulur baru dirintis awal 2020. Modal awal kurang lebih Rp1 miliar, dengan rincian Rp 407 juta dari BUMDes dan Rp 757 juta dibantu Pemprov Jawa Timur. Meski begitu, selama 5 bulan dalam pengelolaan bisa menghasilkan Rp 1,5 miliar.

Baca Juga :  100 Orang Melanggar Protokol Kesehatan Disanksi di Takalar Sulsel

Sedangkan hasil pendapatannya ditetapkan melalui RPJM desa dialokasikan untuk subsidi tani dan pendidikan.

“Pengelolaan dana desa perlu dicontoh desa lainnya, karena kreatif dalam penggunaannya. Sehingga bermanfaat bagi seluruh warganya,” ujarnya.

Oleh sebab itu, dirinya juga mengapresiasi kepada kepala desa karena berupaya penuh untuk memaksimalkan sebisa mungkin dana desa tersebut. Sehingga dana yang diperoleh terus dikembangkan untuk pembangunan sebanyak-banyaknya.

“Sepakat sekali saya, prinsipnya untuk ekonomi, artinya tidak ada duit yang keluar, untuk itu warganya bisa merasakannya duitnya,” tandasnya.

  • GUNAWAN