PM Bulgaria Boyko Borissov Terinfeksi COVID-19

Perdana Menteri Bulgaria Boyko Borissov (kiri) dan Perdana Menteri Belanda Mark Rutte (kanan) tertawa saat pertama kali saling bertemu di tengah pertemuan tingkat tinggi Uni Eropa sejak wabah virus corona (COVID-19), Brussels, Belgia (18/7/2020). ANTARA/REUTERS/Pool/Francois Lenoir/aa.

BERITA.NEWS, Sofia – Perdana Menteri Bulgaria Boyko Borissov pada Minggu mengaku bahwa dia positif terinfeksi COVID-19 dan saat ini akan melakukan pengobatan di rumah, seperti yang disarankan oleh dokternya.

Borissov, yang bertemu Keith Krach, Wakil Menteri Luar Negeri untuk urusan Ekonomi AS pada Jumat, telah memberitahu Kedutaan Besar AS di Sofia mengenai kondisi tersebut, menurut kepala inspektorat kesehatan Sofia.

Kantor pers pemerintah menyebutkan Borissov masih dapat menjalankan tugasnya dan terus berkontak dengan para menterinya.

Borissov beserta tiga menteri kabinet lainnya menjalani isolasi mandiri pada Jumat sore usai melakukan kontak dengan wakil menteri, yang terbukti positif COVID-19.

Baca Juga :  Enam Ledakan Terjadi di Ibukota Eritrea

Otoritas kesehatan lantas mengakhiri karantina Borissov pada Sabtu setelah dua hasil tes COVID-19 menunjukkan negatif. Namun, pada Minggu ia dinyatakan positif.

“Meski karantina saya sudah berakhir, sejak Jumat saya telah menunda semua pertemuan dan jadwal kegiatan publik beberapa hari ke depan,” kata pria berusia 61 tahun itu di akun Facebook miliknya.

“Setelah dua kali tes PCR, hari ini saya positif COVID-19,” katanya. “Saya merasa tidak enak badan. Untuk saat ini, dengan arahan dokter, saya tetap menjalani pengobatan di rumah.”

Baca Juga :  KBRI Kuala Lumpur Tutup Sementara Layanan karena COVID-19

Sementara itu, Menteri Kesehatan Kostadin Angelov mengatakan sedang mengisolasi diri lantaran telah bertemu dengan Borissov pada Jumat.

Bulgaria, seperti kebanyakan negara Uni Eropa lainnya, sedang menghadapi lonjakan tajam infeksi baru selama tiga pekan terakhir. Tercatat 1.043 infeksi baru pada Minggu di negara berpenduduk 7 juta jiwa tersebut, sehingga totalnya menjadi 37.562 infeksi, termasuk 1.084 kematian.

  • Reuters/ANTARA