Penyusunan RDTR Kawasan Perkotaan Sungguminasa-Cambayya Memasuki Konsultasi Publik Kedua

Penyusunan Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) Kawasan Perkotaan Sungguminasa-Cambayya. (Foto: berita.news/Putri)

BERITA.NEWS, Gowa – Penyusunan Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) Kawasan Perkotaan Sungguminasa-Cambayya untuk meningkatkan kualitas tata ruang melalui upaya perwujudan penataan ruang berbasis mitigasi bencana /pengurangan risiko bencana (PRB) dengan memperhatikan potensi kawasan, kini memasuki pembahasan atau konsultasi publik kedua.

Kasubdit Penataan Kawasan Baru Kementerian ATR/BPN, Mirwansyah Prawiranegara mengatakan pada rapat kedua ini akan membahas mengenai pemetaan Kawasan Rawan Bencana (KRB) skala rinci, pengaturan zonasi dan konsep penataan KRB, RDTR berbasis mitigasi bencana, ranperda, KLHS, naskah akademik dan album peta.

“Tujuan penataan ruang kawasan ini untuk mewujudjan kawasan perkotaan Sungguminasa-Cambayya sebagai pusat kota skala regional dan kebudayaan skala nasional yang inklusif, layak huni, tangguh bencana dan berkelanjutan,” ungkapnya di Hotel Four Points By Sheraton Makassar, Senin (26/10/2020).

Dikatakan Prawiranegara sasaran penataan kawasan ini yakni pengembangan sarana prasarana pelayanan skala regional, perlindungan restorasi cagar budaya dan pengembangan destinasi wisata budaya nasional, pengembangan kawasan huni yang inklusif, pengurangan risiko bencana dan pemenuhan kebutuhan ruang terbuka hijau kota dan perlindungan lahan pertanian pangan berkelanjutan.

Baca Juga :  Dijalur Kemenangan, Relawan Pendukung Paslon Lain Pindah Pilihan Ke Appi-Rahman

“Pengembangan kawasan ini akan dilakukan dengan tiga cara yakni revitalisasi kawasan perdagangan jasa dan pemerintahan, konservasi cagar budaya, lahan pertanian dan mitigasi kawasan rawan bencana banjir yang nantinya akan terbagi dalam beberapa sub dan struktur ruang, ” jelasnya.

Direktu Bina Perencanaan Tata Ruang Daerah Wilayah II, Eko Budi Kurniawan mengaku akan membantu Pemkab Gowa dalam menyusun RDTR ini termasuk analisis masalah kebencanaan, peraturan zonasi hingga Ranperda.

“Kami di ATR BPN memiliki dua fungsi yaitu membantu menyusun RDTR seperti fungsi pembinaan sebagai pembina tata ruang daerah dan menfasilitasi agar perencanaan detail tata ruang sesuai perturan perundang-undangan yang ada,” tambahnya.

Menanggapi hal ini Pj Sekda Gowa, Kamsina membeberkan untuk kawasan RDTR di Kabupaten Gowa ini akan melibatkan 22 desa/kelurahan yang tersebar di tiga kecamatan yakni Kecamatan Somba Opu, Pallangga dan Bontomarannu dengan total luas 3578,74 Ha.

Baca Juga :  Appi Rahman Hadirkan Insentif dan Relaksasi Pajak, Pengamat: Bantu Beban Warga dan Dongkrak Produktivitas

Sehingga pada kesempatan itu dirinya meminta seluruh kepala desa/lurah hingga camat untuk serius mengikuti rapat tersebut dan menyiapkan apa yang dibutuhkan untuk RDTR ini.

“Semua wilayah yang masuk pada perencanaan seperti Somba Opu yang didalamnya melibatkan 13 kelurahan, Pallangga 7 desa/kelurahan, dan Bontomarannu 2 kelurahan. Ini harus menjadi perhatian agar Kota Sungguminasa bisa lebih rapih, indah dan tertata dengan baik karena yang akan menikmati itu kita sendiri,” imbaunya.

Pertemuan ini turut diikuti Ketua DPRD Kabupaten Gowa, H Rafiuddin dan beberapa SKPD yakni Kadis PUPR, Kepala Dinas Perkimtan, Kepala Dinas PTSP, Kepala Dinas Perdagangan, Kepala Dinas PMD, Kadis Pariwisata, Kepala BPBD, Kadis Lingkungan Hidup, Dinas Perhubungan, Tanaman Pangan, Camat Sombaopu, Pallangga, kepala desa/lurah terkait dan SKPD lainnya.

  • Putri