Pemprov Sulsel Teken Pinjaman Lagi, Kali Ini Sebanyak Rp 1,38 Triliun

Gubernur Sulsel teken pinjaman uang dari PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero).

BERITA.NEWS, Makassar – Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah (NA) teken perjanjian pinjaman daerah Pemprov Sulsel secara sirkuler, nilainya Rp 1,38 triliun sebagai tambahan dana Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN).

Pemprov Sulsel resmi mengambil uang pinjaman dari PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) merupakan perusahaan badan usaha milik negara (BUMN) di bawah koordinasi Kementerian Keuangan. BUMN ini memberikan bantuan pembiayaan seperti infrastruktur.

Sebelumnya, Pemerintah Pusat juga telah menempatkan dana uang pinjaman untuk PEN di sektor perbankan di Bank Sulselbar senilai Rp1 triliun pada Selasa (13/10/2020) kemarin.

Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah (NA) mengatakan Pemprov dengan dukungan Pemerintah Pusat terus berupaya melakukan percepatan pemulihan pasca pandemi Covid-19, dari sisi pelayanan kesehatan, kehidupan sosial dan pemulihan ekonomi.

Baca Juga :  Program Wisata Covid ala Pemprov Sulsel Akan Diterapkan di 4 Daerah Ini

“Insya Allah kami akan maksimalkan amanah ini. Tentunya dengan berharap bimbingan untuk optimalisasi penyelenggaraan program pemulihan ekonomi nasional,” ucapnya di Rujab Gubernur, Rabu (14/10/2020).

Menurutnya, Sulsel menjadi salah satu provinsi di KTI selama ini memberikan kontribusi besar terhadap pertumbuhan ekonomi nasional. Hanya saja hadirnya pandemi Covid-19 ini memberikan tekanan terhadap sektor perekonomian daerah.

“Kami sejak awal pandemi telah mendorong dengan maksimal berbagai kegiatan infrastruktur yang bersumber dari APBD. Namun, sangat dapat dipahami bahwa refocusing dan relokasi anggaran menjadi kewajiban kita semua bukan saja pemerintah daerah tetapi juga pemerintah pusat juga melakukan hal yang sama,” sebutnya.

Baca Juga :  Dinkes Sulsel Sarankan Ikuti Wisata Covid Hindari Klaster Rumah Tanggga

Meski begitu, dimasa pandemi ini Sulsel disebutnya mengalami kontraksi di sektor pertanian tetap tumbuh di atas 2,4 persen dengan kontribusi 24,81 persen, ekspor tumbuh 11,17 persen begitupun konsumsi listrik tumbuh 4 persen.

. ANDI KHAERUL

loading...