Gubernur dan Forkopimda Sulsel Dialog dengan Massa Aksi Tolak UU Cipta Kerja

Dialog Gubernur dan Forkopimda dengan massa aksi buruh yang menolak UU Omnibus Law. (BERITA.NEWS/Andi Khaerul)

BERITA.NEWS, Makassar – Massa aksi dari gabungan buruh kembali turun ke jalan melakukan unjuk rasa di depan kantor Gubernur Sulsel Jalan Urip Sumoharjo Makassar, Senin (12/10/2020).

Di waktu yang sama Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah (NA) tengah menerima kunjungan tamu dari unsur Forkopimda di dalam Kantor Gubernur, yaitu Pangdam Hasanuddin, Kepala Kejati, Kabinda, Ketua DPRD Sulsel.

Massa aksi mendesak agar aspirasi yang disampaikan bisa diterima dan didengar pimpinan pengambil kebijakan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulsel.

Mengakomodir hal tersebut, Pemprov Sulsel melakukan dialog beberapa orang perwakilan serikat buruh di ruang rapat pimpinan (Rapim). Hadir langsung Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah dan Forkopimda.

Baca Juga :  Ini Penjelasan Gubernur Sulsel Tentang UU Cipta Kerja

Presiden Konfederasi Serikat Buruh Seluruh Indonesia Mukhtar Guntur mengatakan penolakan terhadap UU Omnibus Law khususnya Cipta Kerja tersebut akibat banyak aspirasi buruh tidak terakomodir.

“Pertama kita ingin pembuatan regulasi seluruh stakeholder terlibat. Dari pihak kami tidak merepresentasikan seluruh serikat buruh. Kita sekadar pendengar tidak dilibatkan dalam menyampaikan gagasan dan pandangan. Kami hanya disuruh duduk dan mendengar,” tegas Mukhtar.

Menurutnya, pembuatan UU Omnibus Law Cipta Kerja tersebut dibuat tidak transparan kepada para serikat buruh. Dikatakan, hal itu bisa dinilai dari belum adanya draf resmi yang memuat aturan tersebut.

Baca Juga :  Sambut HUT Sulsel ke-351, Pemprov dan Polda Gelar Lomba Nyanyi dan Cipta Lagu Daerah

“Ndak ada draf DPR loh, padahal sudah diketuk. Ini ada semacam konspirasi entah DPR atau pemerintah. Kalau transparan pasti kita tahu. Tidak ada yang sampai ke kami yang bisa dipertanggungjawabkan. Salah satu masalahnya dibahas tidak transparan,” pungkasnya.

. ANDI KHAERUL

loading...