Humas Polda Sulsel: 6 Pendemo Masih Ditahan, 30 Orang Reaktif Covid-19

Aksi unjuk rasa menolak UU Omnibus Law di depan Kantor DPRD Sulsel beberapa hari lalu. (BERITA.NEWS/Andi Khaerul)

BERITA.NEWS, Makassar – Kepala Bidang (Kabid) Humas Polda Sulsel Kombes Pol Ibrahim Tompo menyebutkan masih ada 6 orang pendemo tolak Omnibus Law Undang-undang (UU) Cipta Kerja masih ditahan dan akan di proses.

Ibrahim mengatakan ada 250 orang pendemo tolak UU Omnibus Law diamankan sejak Kamis tanggal 8 – Jumat 9 Oktober 2020.

Dari jumlah tersebut 6 orang lanjut ke tahap proses dan 30 diserahkan ke RS Bhayangkara karena reaktif Covid-19.

“Jumlah yang diamankan sebanyak 250 orang, terdiri dari 249 orang laki-laki dan 1 orang perempuan. Yang diproses lanjut 6 orang (pengrusakan Polsek Rappocini). Yang diserahkan ke RS Bhayangkara reaktif Covid-19 30 orang,” tulis Ibrahim saat dikonfirmasi via WhatsApp, Sabtu (10/10/2020).

Baca Juga :  Eks Bupati Kepulauan Talaud Dieksekusi ke Lapas Anak Wanita Tangerang

Menurutnya, ada 137 orang pendemo diserahkan ke Satuan Intel atau Satuan Bimbingan Masyarakat (Bimmas) untuk dilakukan pembinaan.

“Jumlah yang ditahan sebanyak 6 orang (perusak Kantor Polsek Rappocini). Pasal yang dipersangkakan terhadap berinisial K (Lk) dan SL (Pr) yaitu pasal 160 dan 214 KUHP, sedangkan In, N als Y, MF, dan D adalah pasal 170 Jo 406 dan 214 Jo 55 KUHP,” tulisnya.

Baca Juga :  Kasus Jiwasraya, Benny Tjokro-Heru Hidayat Jalani Sidang Vonis Hari Ini

Adapun tiga titik pengrusakan selama aksi unjuk rasa tersebut yakni Polsek Rappocini (merusak Kantor Polsek Rappocini), fly over (merusak Pos Lantas) dan depan Kantor Gubernur (merusak video tron).

. ANDI KHAERUL

loading...