Arham Basmin: Pemerintah Tidak Bisa Sendirian Atasi Masalah Narkoba

BERITA.NEWS, Luwu – Badan Kesbangpol Kabupaten Luwu menggelar diskusi di Kantor Camat Lamasi Kabupaten Luwu.

Kepala Badan Kesbangpol Luwu H Alim Bahri mengatakan bahwa ini adalah kegiatan rutin yang tiap tahun dilaksanakan. Tahun ini pun masih mengambil tema yang sama yaitu “melalui penyuluhan pencegahan peredaran/pengguna minuman keras dan narkoba, kita ajak generas muda melawan dan menjahui narkoba”.

Selain dihadiri Camat Lamasi Ucok Sunarso dan staf kecamatan, juga beberapa ormas seperti Pemuda Pancasila Luwu, Pemuda Muhammadiyah, Karang Taruna, LDII, Satgas Kewaspadaan Dini. Dialog ini digelar dengan menerapkan protokoler kesehatan yang ketat.

Tampil sebagai pemateri diantaranya Kasi Pidum Kajari Luwu Dedi Nurjatmiko, Kasat Narkoba Polres Luwu AKP Rafli, Sekretaris Dinas Kesehatan Rosnawari, Ketua FP2KEL Ismail Ishak, dan Ketua KNPI Sulawesi Selatan, Arham Basmin.

Kasat Narkoba Polres Luwu AKP Rafli mengatakan bahwa pemberantasan Narkoba adalah gerakan yang harus terus disosialisasikan. Sebab Narkoba adalah kejahatan yang sangat luar biasa yang muaranya merusak seluruh sendi-sendi kehidupan berbangsa dan bernegara.

Olehnya itu untuk mencegah ini dibutuhkan kolaborasi seluruh perangkat stakeholder di masyarakat.

Baca Juga :  Pemkab Luwu Gelar Webinar Mitigasi Resiko Permasalahan Hukum dalam Pengadaan Barang Jasa Pemerintah

Sementara Kasi Pidum Dedi Nurjatmiko mengatakan bahwa di bulan Juli 2020 Kejari Luwu berhasil memusnahkan Narkoba sebanyak 257 gram. “Ini adalah bentuk konsistensi Ibu Kajari dalam hal ini Ibu Erni Veronica Maramba, agar seluruh barang bukti yang terkait dengan Narkoba harus dimusnahkan,” katanya.

Dedi juga menambahkan kiat-kiat bagaimana proses pemberantasan narkoba agar tetap dilaksanakan secara terus-menerus, salah satynya dengan membantu pemerintah melakukan penyuluhan bahaya narkoba di sekolah-sekolah. “Dan yang terpenting adalah melakukan diseminasi suatu kegiatan penyebaran informasi yang ditujukan kepada kelompok dan individu,” ujarnya.

Sekretaris Dinas Kesehatan Luwu Rosnawari lebih banyak mengulas Narkoba dalam perspektif kesehatan. Dia mengatakan bahaya narkoba yang pertama adalah menurunkan kesadaran penggunanya hingga bisa berujung pada hilangnya ingatan.

Hal ini karena narkoba dapat mengakibatkan efek sedatif seperti kebingungan, hilang ingatan, perubahan perilaku, tingkat kesadaran menurun, dan koordinasi tubuh terganggu.

Sementara Ismail Ishak mengapresiasi kegiatan ini. “Sudah seharusnya Pemda Luwu dan lembaga lain saling bersinergi untuk melakukan upaya pemberantasan narkoba, kalau bisa dalam proses anggaran 2021 agar anggaran tentang penyuluhan Narkoba itu dimaksimalkan,” jelasnya.

Baca Juga :  Basmin Ikut Dampingi Gubernur NA Resmikan Pencanangan Kawasan Siaga Bencana di Lutim

Sedangkan Ketua KNPI Sulawesi Selatan Arham Basmin mengatakan bahwa pengalaman di dalam dan luar negeri menunjukkan, pencegahan tentang penyalahgunaan narkoba yang efektif memerlukan peranan aktif dari segenap lapisan masyarakat. Termasuk di dalamnya orangtua, guru, tokoh masyarakat dan agama, kelompok remaja, dan warga lainnya.

“Ini berarti pemberdayaan masyarakat memang sangat diperlukan agar bisa mengatasi masalah narkoba. Partisipasi dan kolaborasi segenap masyarakat adalah strategi yang sangat diperlukan untuk merespon secara multi disiplin,” katanya.

Menurutnya, Pemerintah tidak bisa sendirian mengatasi masalah narkoba. Persoalan penyalahgunaan narkoba yang sangat kompleks menuntut penanganan secara komprehensif dan terpadu, dengan partisipasi aktif dari masyarakat baik secara individu maupun
kelompok yang mempunyai potensi membantu generasi muda.

“Apabila orang tidak mampu memimpin diri sendiri, maka tak dapat pula ia memimpin orang lain,” katanya.

. MUH ASRI

loading...