Pemkab Luwu Komitmen Percepat Penanganan Stunting

Bupati Luwu H Basmin Mattayang mengatakan bahwa stunting merupakan salah satu persoalan kesehatan yang patut mendapat perhatian serius pemerintah.

BERITA.NEWS, Luwu – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Luwu tengah mempersiapan aksi percepatan penanganan dan menekan angka stunting dalam rangka peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) khususnya di Kabupaten Luwu.

Bupati Luwu H Basmin Mattayang mengatakan, stunting merupakan salah satu persoalan kesehatan yang patut mendapat perhatian serius pemerintah.

“Target nasional angka stunting harus dibawah 14 persen. Luwu harus bisa menekan angka stunting dibawah 14 persen sesuai target nasional, bahkan kita upayakan dibawah 10 persen,” ujarnya.

Lanjut Basmin Mattayang, menekan angka stunting bukan hanya pada persoalan target pemerintah pusat, namun stunting harus menjadi perhatian serius utamanya OPD yang terkait karena berkaitan dengan kualitas manusia kedepan.

Untuk diketahui, Bappeda dan Dinas Kesehatan telah melakukan pertemuan dengan Bupati Luwu, terkait komitmen pelaksanaan percepatan stunting atau anak kerdil.

Sekretaris Dinas Kesehatan dr. Rosnawary Basir menyampaikan pernyataan komitmen ini dalam rangka peningkatan kualitas sumber daya manusia Ilndonesia.

“Pemerintah Kabupaten Luwu berkomitmen untuk melakukan upaya percepatan pencegahan anak kerdil atau stunting di wilayah kami dengan melakukan aksi konvergensi atau integrasi melalui beberapa kegiatan sebagai berikut,” sebutnya.

Lanjut dirincikan dr. Rosnawary Basir, pertama melakukan pemetaan program, kegiatan, dan sumber pembiayaan terkait percepatan pencegahan anak kerdil hingga tingkat desa/kelurahan.

“Melaksanakan pertemuan daerah percepatan pencegahan anak kerdil bersama dengan seluruh organisasi perangkat daerah, camat, kepala desa, dan pihak terkait lainnya,” lanjutnya.

Setelah itu, melakukan pengumpulan dan publikasi data anak kerdil (stunting) serta programprogram percepatan yang sudah dilakukan secara berkala, dan menggunakan data sebagai dasar untuk melakukan perbaikan program.

“Selanjutnya menyusun kebijakan dan melaksanakan kampanye perubahan perilaku dan komunikasi antar pribadi untuk percepatan pencegahan anak kerdil, meningkatkan peran desa/kelurahan dalam melakukan konvergensi percepatan,” lanjutnya.

Data Dinas Kesehatan menyebutkan tahun 2019 angka stunting di Kabupaten Luwu berkisar 18,14 persen, jauh di bawah target. Dan tahun 2020, angka ini masih diatas target nasional.

“Kondisi sekarang masih tinggi, olehnya itu kita akan intervensi agar angka stunting ini menurin. Kalau kita bisa kita intevensi ibu nya sejak hamil sampai melahirkan selama dua tahun,” ujarnya.

“Yang wajib dilakukan ibu hamil, pola asuhan gizi sejak hamil, rajin memeriksa kehamilannya, melakukan perilaku hidup bersih dna sehat misalnya jangan BAB di sebarang tempat, jika terjadi diare tentu akan berpengaruh ke janinnya,” lanjutnya.

Dalam menekan angkat stunting di Kabupaten Luwu, ada 8 aksi yang telah berjalan dan siap dilakukan hingga tahun 2021 mendatang.

. MUH ASRI

loading...