PUPR Trenggalek Lanjutkan Pemeliharaan Jalan Bendo-Pasar Rejowinangun

BERITA.NEWS, Trenggalek – Menyikapi adanya kerusakan di berbagai titik jalur jalan umum yang ada di bumi Minak Sopal yang sempat tertunda, Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kabupaten Trenggalek kembali melanjutkan pengerjaan pemeliharaan berkala jalan Bendo-Pasar Rejowinangun.

Sebelumnya, rencana pembangunan itu sempat terancam gagal akibat refocusing anggaran akibat dampak pandemi Covid-19. Berasal dari anggaran alokasi cadangan Dana Alokasi Khusus (DAK) fisik tahun ini.

Kepala Dinas PUPR Kabupaten Trengalek Ramelan mengaku bahwa dalam upaya pemeliharaan jalan yang ada di Kabupaten Trenggalek di tahun 2020 merupakan tahun yang berat, mengingat rencanya perawatan jalan harus terhenti akibat wabah corona. Sehingga Pemerintah Kabupaten Trenggalek kembali melanjutkan pelaksanaannya di sisa tahun 2020 ini.

“Dalam pelaksanaan perawatan mulai Perempatan Bendo – Pasar Rejowinangun ini merupakan tahun yang berat, mengingat ada refokusing anggaran karena dari rencana pembangunannya ditiadakan, dan saat ini harus dilaksanakan kembali,” ungkapnya, Minggu (4/10/2020).

Ramelan mengatakan, perawatan jalan mulai perempatan Bendo-Pasar Rejowinangun ini menelan anggaran kurang lebih sebesar Rp 11 miliar dengan panjang kurang lebih 6 km.

“Panjang jalan yang diperbaiki kurang lebih 6 km, pengerjaannya ditargetkan rampung sebelum tanggal 20 Desember 2020,” tuturnya.

Ia menjelaskan proses pembangunan jalan Bendo-Pasar Rejowinangun kemarin sempat akan dimulai sebelum pandemi Covid-19. Namun, karena adanya peraturan untuk refocusing anggaran penangganan Covid-19, sehingga prosesnya harus dihentikan.

“Jadi dulu memang sudah masuk proses lelang. Tapi kemudian batal karena ada refocusing anggaran. Dan dilanjutkan lelangnya, dengan hasil untuk dilanjutkan pembangunannya setelah masuk era adaptasi kebiasaan baru dengan kontrak tanggal 27 Agustus, target pengerjaannya maksimal selesai tanggal 20 Desember,” ucap dia.

Ramelan menambahkan mengingat dalam pengerjaannya yang memerlukan waktu kurang lebih tiga bulan, maka untuk para pengendara yang setiap harinya melewati jalur tersebut mengalami ketidaknyamanan. Karena setiap hari dikerjakan, jadi disampaikannya bahwa kalau dalam pembanguanannya mengganggu aktivitas masyarakat, ia berharap masyarakat bisa menyadari.

“Untuk mempercepat pembangunan, karena dana DAK yang sangat terbatas, maka dilakukan penutupan akses jalan dari luar,” pungkasnya.

. WAN

loading...