Rapat dengan Pansus RTRW DPRD Sulsel, Ini yang Diusulkan Sekda Barru

Sekretaris Daerah Barru Dr. Ir. Abustan M.Si.

BERITA.NEWS, Barru – Panitia Khusus (Pansus) DPRD Sulsel tengah menggodok Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Provinsi Sulsel Tahun 2020-2040. Draftnya tertuang dalam naskah akademik dan Raperda yang kemudian menjadi bahan untuk dikaji dan analisa secara mendalam.

Pansus RTRW pun telah menggelar rapat pembahasan Raperda ini di gedung tower lantai 9 kantor DPRD Sulsel pada Kamis (1/10/2020). Dalam rapat ini, Pansus mengundang semua Sekretaris Daerah Kabupaten Kota se-Sulsel selaku Ketua Badan Kordinasi Penataan Ruang Daerah (BKPRD) di masing-masing wilayah. Salah satunya dari Kabupaten Barru.

Sekretaris Daerah Barru Dr. Ir. Abustan M.Si, memang memiliki kepakaran di bidang perencanaan wilayah baik dari segi latar belakang akademik maupun jejak rekam karir. Mantan Kepala Bappeda Barru ini menelaah dari sudut kepentingan dan memberikan arahan, agar saat pembahasan nantinya literatur dan masukan berkesesuaian dengan potensi wilayah, serta berkesinambungan.

Baca Juga :  Sekda Barru: ASN Harus Bisa Netral dalam Empat Hal, Bukan hanya Pilkada

“Perlu ada penelusuran regulasi, Kabupaten Barru sebagai pusat pengembangan dan penghunian sapi, ditabel tidak ada masuk sebagai pengembangan peternakan, padahal kami punya populasi saat ini di Barru 78 ribu sapi, sehingga perlu penelusuran,” jelas Alumni Perencanaan Wilayah Pascasarjana Unhas Tahun 1998.

RTRW Provinsi Sulsel yang saat ini berdasar pada Perda 9 Tahun 2009, sebagai penjabaran strategi dan arahan kebijakan pemanfaatan ruang. Struktur dan pola ruang yang telah terbagi dan terbangun khususnya di Barru, diberi masukan data sesuai kondisi eksisting serta perkembangan mutakhir.

Sekda Barru kemudian memaparkan beberapa hal yang perlu dicermati di Kabupaten Barru, semisal wisata Highland Lappalaona, sentra sapi Bali, kawasan industri termasuk pariwisata dan ekonomi kreatif, serta penekanan terhadap agronomi serta Barru sebagai pusat distribusi energi gas di Sulsel.

“Kecendrungan kedepan ini yang akan berkembang, salah satunya sektor priwisata dan ekonomi kreatif, Barru misalnya sudah ditetapkan di perda, bahwa Barru itu kawasan ekonomi, kemudian kawasan ekonomi khusus ini isinya Industri, tapi disini tidak disebutkan sebagai pengembangan industri, sehingga bisa miskomunikasi. Minggu lalu kami menandatangani MOU antara KIMA dan Kab Barru,” tambah Sekda yang belum setahun menjabat ini.

Baca Juga :  Hari Santri Nasional, Ini Pesan Plt Bupati Barru untuk Para Santri

Hampir setengah jam Sekda Barru memberikan masukan yang ditutup dengan harapan untuk mempertimbangkan perhutanan sosial sebagai kewenangan provinsi untuk dapat menyokong Barru sebagai wilayah agropolitan.

“Delapan kabupaten di Indonesia, Barru adalah pertama menjadi rujukan kawasan Agropolitan yang ada di Sulawesi Selatan,” jelas Sekda Barru.

. MAULANA KARIM

loading...