Gelar Patroli, TNI AL Tangkap 2 Kapal Ikan Vietnam di Laut Natuna Utara

Penangkapan kapal ikan Vietnam (Foto: dok. TNI AL)

BERITA.NEWS, Jakarta – TNI Angkatan Laut (AL) melakukan patroli dengan KRI John Lie-358 (KRI JOL 358) di perairan Natuna, Kepulauan Riau (Kepri). Pada patroli ini, TNI AL menangkap dua kapal ikan berbendera Vietnam yang sedang melakukan penangkapan ikan yang diduga dilakukan secara ilegal (illegal fishing) pada Jumat kemarin.

Seperti dilansir dari Detikcom, Sabtu (3/10/2020), peristiwa ini terjadi saat TNI AL melakukan patroli rutin di bawah kendali operasi Gugus Tempur Laut Koarmada I pada Jumat (2/10) dini hari sekitar pukul 02.00 WIB.

Petugas mendeteksi dua kontak yang dicurigai kapal ikan asing yang melakukan aktivitas penangkapan ikan di perairan Landas Kontinen Indonesia.

KRI JOL-358 kemudian berusaha mendekati dan memastikan kedua kapal yang sedang menangkap ikan itu.

Menyadari keberadaan KRI JOL-358, kedua kapal ikan berbendera Vietnam ini berusaha mengelabui dengan mematikan lampu kapal, melepaskan jaring ke laut, dan mencoba menjauh ke arah utara untuk menghindar.

Komandan KRI JOL-358 Kolonel Laut (P) Bagus Badari kemudian merespons dengan melaksanakan peran tempur yang dilanjutkan dengan peran pemeriksaan dan penggeledahan.

Dalam proses pengejaran ini, KRI JOL-358 memberikan isyarat agar kapal ikan asing (KIA) berhenti, tapi mereka tidak mengindahkan.

Baca Juga :  Tewasnya Bripda MI di Selayar, Ini Tanggapan Kapolda Sulsel

Setelah beberapa saat dilakukan pengejaran, akhirnya satu dari kapal ikan asing itu dapat dihentikan.

Komandan KRI JOL-358 memerintahkan untuk menurunkan Tim VBSS (Visit Board Search and Seizure) dengan menggunakan rubber inflatable boat (RIB) untuk melaksanakan penangkapan dan pemeriksaan.

Dari hasil pemeriksaan awal, kapal ikan Vietnam itu bernama BV0908TS dengan ABK tiga orang. Setelah bisa menguasai keadaan di KIA BV0908TS, KRI JOL-358 selanjutnya melakukan pengejaran kembali terhadap KIA kedua yang masih berusaha melarikan diri.

Sekitar satu jam pengejaran, KIA bernomor lambung BV4977TS dengan jumlah ABK 11 orang dapat dihentikan.

Berdasarkan pemeriksaan awal, kedua KIA berbendera Vietnam tersebut diduga melakukan penangkapan ikan di perairan Landas Kontinen Indonesia tanpa dilengkapi dokumen perizinan yang sah serta menggunakan alat tangkap yang tidak sesuai dengan aturan.

Sementara itu, Panglima Koarmada I Laksamana Muda TNI Abdul Rasyid mengatakan TNI AL tetap melakukan patroli mesti saat pandemi Corona. Serta petugas melakukan kegiatan menerapkan protokol kesehatan.

“Saat ini masa pandemi COVID-19 semua dalam situasi yang sulit. Namun, dengan tetap disiplin pada protokol Kesehatan COVID-19. TNI AL, utamanya Koarmada I, tidak pernah mengubah komitmen, secara rutin dan terus-menerus hadir di perairan yurisdiksi nasional Indonesia untuk menegakkan hukum dan kedaulatan Indonesia. Penangkapan dua KIA berbendera Vietnam ini merupakan salah satu wujud nyata yang dikerjakan jajaran Koarmada I atas komitmen tersebut,” tegas Abdul.

Baca Juga :  Polri Tangkap 7 Admin Grup WA-FB-IG Hasut Demo Anarkis, Dijerat Pasal Berlapis

Abdul mengatakan, setelah penangkapan, kedua kapal ikan Vietnam digiring menuju Lanal Ranai untuk melaksanakan pemeriksaan lebih lanjut. Kedua kapal diduga melakukan pelanggaran berupa mengoperasikan kapal penangkap ikan asing di perairan Indonesia.

“Kepada kedua kapal berbendera Vietnam BV0908TS dan BV4977TS beserta 14 ABK selanjutnya dikawal menuju Lanal Ranai untuk dilaksanakan pemeriksaan lebih lanjut. Kedua KIA berbendera Vietnam tersebut diduga melanggar Pasal 93 ayat (2) juncto Pasal 27 ayat (2) UU No 45 Tahun 2009 tentang Perikanan dikarenakan telah diduga melakukan pelanggaran berupa mengoperasikan kapal penangkap ikan berbendera asing di ZEE Indonesia secara ilegal,” jelasnya. ()

loading...