Markus Nari Dieksekusi ke Lapas Sukamiskin

Markus Nari (Antara)

BERITA.NEWS, Jakarta – Jaksa KPK mengeksekusi mantan anggota DPR Markus Nari ke Lapas Sukamiskin. Markus Nari merupakan terpidana skandal korupsi proyek e-KTP.

“Terpidana Markus pidana dengan cara memasukkan terpidana Markus Nari ke Lembaga Pemasyarakatan Kelas IA Sukamiskin untuk menjalani pidana penjara selama 8 tahun dikurangi selama berada dalam tahanan,” kata Plt juru bicara KPK Ali Fikri kepada wartawan, Jumat (2/10/2020).

Selain dihukum penjara, Markus Nari dibebani membayar denda Rp 300 juta. Jika pidana denda tidak dibayar, Markus Nari dikenai pidana pengganti berupa pidana kurungan 8 bulan.

“Serta pidana tambahan lainnya untuk membayar uang pengganti sebesar USD 900 ribu,” katanya, dikutip dari Detikcom.

Baca Juga :  Hanafi Rais Alami Luka-luka Usai Mobilnya Kecelakaan Beruntun di Tol Cipali

Ali menyebut Markus Nari harus membayar uang pengganti itu paling lama 1 bulan sesudah putusan pengadilan. Jika tidak, harta bendanya dapat disita oleh jaksa dan dilelang untuk menutupi uang pengganti tersebut.

“Dalam hal terpidana tidak mempunyai harta benda yang mencukupi untuk membayar uang pengganti, maka dipidana dengan pidana penjara 3 tahun,” katanya.

Markus Nari juga dijatuhi hukuman tambahan berupa dicabutnya hak politik selama 5 tahun. Pencabutan hak politik terhitung sejak terpidana selesai menjalani masa pemidanaan.

Sebagaimana diketahui, Markus Nari menerima uang itu dari mantan pejabat Kementerian Dalam Negeri Sugiharto. Perbuatan Markus juga menguntungkan orang lain dan korporasi.

Baca Juga :  KPK Panggil Mantan Dirut PNRI sebagai Tersangka Kasus KTP-el

Selain itu, Markus bersalah merintangi penyidikan kasus dugaan korupsi proyek e-KTP. Markus sengaja mencegah atau merintangi pemeriksaan di sidang terhadap Miryam S Haryani, yang saat itu berstatus sebagai saksi, dan Sugiharto, yang kala itu berstatus sebagai terdakwa.

loading...