Seorang Pemuda Bawa Kapak Serang Studio Podcast Rijal Djamal, Ternyata Ini Faktanya

BERITA.NEWS, Luwu – Di media sosial sempat heboh tentang kabar penyerangan yang dilakukan seorang tidak dikenal menggunakan senjata tajam di studio podcast Rijal Djamal. Bermula dari postingan Rijal di Instagram.

Dalam postingan yang tersebar luas tersebut, Rijal menulis “Resiko semalam studio podcast kami diserang oleh orang yang tidak bertanggung jawab dengan senjata tajam”.

Postingan Rijal ini sontak membuat netizen menduga-duga. Apakah penyerangan terkait konten podcast atau karena ada masalah lain.

Berusaha mengkonfirmasi status Rijal. Tidak lama kemudian dibalas dengan link konten youtube peristiwa penyerangan tersebut. Ternyata hanya prank atau sandiwara.

Dalam prank itu, terlihat penyerangan di studio podcast tersebut dilakukan oleh seorang pria yang tidak dikenal dengan membawa benda mirip kapak. Memakai helm.

Awalnya, pria itu masuk ke dalam studio. Di dalam studio, ada Rijal dan seorang narasumber.

Pria yang membawa senjata tajam itu langsung menunjuki Rijal dan narasumbernya di dalam studio.

“Siapa ini anak-anak, woy?” kata Rijal saat menanyakan siapa sebenarnya orang yang berada di hadapanya itu.

Dari situ, Rijal dan pria itu kemudian duduk saling berhadapan. Sebelum melepaskan helm pria itu mengaku kelelahan menaiki studio Rijal yang berada di lantai dua. Pria itu kemudian meminta air putih.

“Cape juga saya naik lantai dua ini. Ini studio kenapa? Kayak nda ada saya lihat air putih,” tutur pria itu.

Rijal yang merespon hal itu langsung mengambil air putih dan memberikan kepada pria yang membawa kapak tersebut.

“Bos. Bos. Air bos. Minum-minum bos,” kata Rijal.

“Kalau ke sini bolehlah pak, dilarang membawa senjata tajam,” sambung Rijal.

Mendengar perkataan Rijal, pria itu kemudian menjawab bahwa senjata yang dibawanya itu sebenarnya tidak tajam apabila digunakan kepada orang-orang yang kebal.

“Ini tidak tajam, tergantung kau kebal atau tidak. Bagi orang-orang yang kebal ini tidak tajam,” jelas pria itu.

Tak lama kemudian, pria tersebut pun akhirnya melepaskan helm yang digunakannya. Rijal yang melihat wajah asli pria yang menyerang studionya itu langsung kaget dan tertawa.

“Kita pale kanda. Minum-minum dulu hahaha. Waduuuh,” kata Rijal dengan ekspresi terkejut melihat wajah asli pelaku yang menyerang studionya menggunakan kapak itu.

Belakangan diketahui bahwa pelaku yang “menyerang” Studio Podcast Rijal Djamal tersebut merupakan Ketua Komite Nasional Pemuda Indonesia Sulawesi Selatan (KNPI Sulsel) Muhammad Arham Basmin Mattayang.

Kedatangan Muhammad Arham Basmin Mattayang ke Studio Rijal pun rupanya bukan ingin menyerang atau pun melakukan tindak kriminal. Akan tetapi, sejatinya Arham hanya ingin memenuhi undangan Rijal sebagai narasumber.

“Gila. Gila. Kenapa bawa begini (kapak) kanda?” tanya Rijal.

“Sebenarnya saya undang kakanda ini kemarin, cuma kenapa kanda datangnya malam ini. Tiba-tiba bawa parang, pakai helm, tidak bilang-bilang. Narasumber saya untung anak muda, milenial. Bagaimana kalau narasumber saya yang tadi itu pejabat? Tiba-tiba bawa begini. Aduh, ini bikin saya stres pasti ini. Studio saya bisa langsung disegel, tidak boleh lagi menyiarkan podcast-podcast yang ada,” Rijal menambahkan.

Muhammad Arham mendengar pertanyaan Rijal pun menjelaskan bahwa ia membawa kapak tersebut adalah untuk menunjukkan bahwa sosok anak muda itu memang harus gila.

“Ya, anak muda itu memang harus gila. Harus edan. Rencananya malam ini mau ke gunung Lompobattang, tapi karena diundang kakak Rijal, harus datang. Jadi kita pending, besok baru berangkat,” katanya.

. MUH. ASRI

loading...