Sekprov Sulsel Tegaskan Penyaluran Bantuan Sembako Harus Tepat Sasaran

Sekprov Sulsel Abdul Hayat Gani.

BERITA.NEWS, Makassar – Sekprov Sulsel Abdul Hayat Gani membuka kegiatan Rapat Koordinasi Pelaksanaan Program Sembako yang dilaksanakan Dinas Sosial (Dinsos) di Hotel Grand Asia Makassar, Selasa (29/9/2020).

Hayat mengatakan Program Sembako merupakan inovasi dan transformasi dari program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) sebesar Rp 110 ribu yang harus dibelanjakan untuk kebutuhan pangan dan Program Rastra.

“Dengan program sembako diharapkan manfaat yang dirasakan masyarakat dapat lebih luas. Jika program beras sejahtera dan BPNT hanya akan memenuhi sebagian kebutuhan akan pangan, maka manfaat yang dirasakan dari program sembako lebih kepada pemenuhan nutrisi/gizi yang lebih seimbang dan variatif,” ucapnya.

Baca Juga :  Musrenbang RPJMD P, Bantuan Rp 500 Miliar ke Daerah Tetap Berlanjut

Abdul Hayat mengingatkan agar seluruh pihak yang terlibat pada kegaiatan ini mulai dari Kemensos, Tim Koordinasi Provinsi, Tim Koordinasi Kabupaten/Kota, Koordinator Daerah (Korda), bank penyalur dan pendamping yang ada di lapangan senantiasa berkoordinasi dan bersinergi dengan baik.

“Verifikasi dan validasi data harus dilaksanakan sungguh-sungguh, sesuai dengan aturan dan mekanisme yang berlaku, sehingga Program Sembako menjadi tepat sasaran,” tegas mantan Direktur Fakir Miskin Kemensos RI tersebut.

Diketahui, Pada Program Sembako kali ini, jumlah bantuan yang diberikan lebih besar, yakni Rp 150 ribu setiap bulannya dan ditargetkan menjadi Rp 200 ribu hingga bulan September 2020 sebagai respon pemerintah terhadap Covid-19.

Baca Juga :  Lutim Dihadiahi 2 Unit KMP, Gubernur Minta Nahkoda dan Awak Kapal Diisi Putra Daerah

Sementara, berdasarkan data BPS pada Semester 1 (Maret) 2020 persentase jumlah penduduk miskin di Sulsel berada di angka 8,69 persen. Angka ini berada di bawah angka nasional yakni 9,78 persen.

. ANDI KHAERUL

loading...