Gagal Finis, Rossi: Sulit Temukan Konsentrasi dan Motivasi setelah Crash

Valentino Rossi. (PIERRE-PHILIPPE MARCOU/AFP)

BERITA.NEWS, Jakarta – Alih-alih membayar kegagalan naik podium pekan lalu, Valentino Rossi malah dapat hasil lebih buruk di MotoGP Emilia Romagna. Sudah crash di lap kedua, dia akhirnya gagal finis.

Kembali menjalani balapan kandang di San Marino, Valentino Rossi masih jadi salah satu perhatian utama saat seri ketujuh MotoGP 2020 digelar. Apalagi pekan lalu dia tampil oke, meski pada akhirnya gagal naik podium karena disalip Joan Mir pada lap terakhir jelang finis.

Besar harapan Yamaha dan juga pendukung tuan rumah untuk bisa melihat Rossi naik podium. Apalagi MotoGP 2020 akan musim terakhir dia bergabung dengan tim pabrikan Yamaha.

Tapi saat MotoGP Emilia Romagna baru berjalan dua putaran, kekecewaan itu sudah datang. Rossi, yang kembali memakai helm bertema viagra, mengalami crash. Rider 41 tahun itu memang mampu melanjutkan balapan. Tapi dia terus tercecer di belakang sampai akhirnya memutuskan menyerah dan masuk pit.

Kenapa Rossi akhirnya memilih menyerah dan tidak melanjutkan balapan? Itu terkait erat dengan performa motor Yamaha dan efek psikologis yang dia dapat usai crash. M1 yang ditunggangi disebut Rossi tak punya kecepatan.

“Saya ingin melanjutkan (balapan) karena kami sadar dengan perubahan yang terjadi pada motornya dan saya ingin mengetahui kecepatan. Saya sadar saya tak punya grip pada ban belakang, saya juga tidak cepat. Sulit untuk menemukan konsentrasi dan motivasi setelah crash,” ucap Rossi dikutip dari GPOne.

Gagal dapat poin membuat Rossi kini berada di posisi sembilan klasemen MotoGP 2020. Tapi jaraknya dengan Andrea Dovizioso di urutan teratas tak terlalu jauh, cuma 26 poin.

“Hari ini saya kehilangan poin, tapi itu tak mengubah banyak hal. Kami semua (pebalap) masih berjarak dekat di klasemen. Apapun masih bisa terjadi, tapi saya harus lebih baik lagi. Hari ini saya kehilangan grip saat balapan, tapi tetap saja saya tak akan bisa kompetitif, tak cukup kuat untuk bertarung di persaingan juara.”

“Bahkan saya tak tahu potensi apa yang saya punya (di balapan ini) karena saya cuma bisa menjalani satu setengah lap, pekan lalu saya lebih kompetitif. Kami membuat beberapa perubahan pada motor untuk memperbaiki akselerasi. Sampai kemarin semua berjalan lancar, tapi hari ini saya malah lebih menderita,” curhat Rossi, dikutip dari Detikcom.

Tentang helm viagra yang dipakai Rossi pada dua balapan di San Marino, ada cerita menarik yang mengiringinya. Dalam sebuah wawancara dengan media Italia, ibunda Rossi mengaku malu dengan tingkah polah anaknya itu.

Helm tersebut didesain oleh desainer helm terkenal Aldo Drudi. Di bagian belakang, terdapat gambar kemasan blister dengan empat pil biru dalam satu kemasan. Pada MotoGP San Marino, gambar itu menunjukkan satu pil sudah dibuka. Sementara malam tadi ada dua pil yang sudah terbuka.

Apa makna hel pil biru tersebut? Drudi menjelaskan, Rossi yang sudah berusia 41 tahun itu membutuhkan ‘dorongan’. “Dua balapan di Misano dan untuk orang tua seperti Valentino, dia membutuhkan semua energi yang memungkinkan!” kata Drudi dalam video yang diunggah MotoGP.com.

loading...