Menko Luhut Instruksikan Pangdam Hasanuddin dan Kapolda Back-up Protkes di Sulsel

Menko Luhut Panjaitan saat rapat virtual yang diikuti Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah.

BERITA.NEWS, Makassar – Menko Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut B Pandjaitan secara tegas meminta kepada Kapolda Sulsel dan Pangdam XIV Hasanuddin memback-up penerapan displin protokol kesehatan (protkes).

Hal tersebut disampaikan langsung dalam rapat pengendalian covid-19 di masing-masing provinsi secara daring yang juga diikuti Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah (NA) bersama Gubernur Bali dan Gubernur Sumatera Utara.

Rapat tersebut dilakukan untuk menyamakan data antara pusat dan daerah dalam rangka untuk pengambilan keputusan cepat. Juga dibahas terkait operasi yustisi untuk penegakan disiplin kesehatan.

“Saya ingin penerapan disiplin protokol kesehatan untuk perubahan perilaku dipertegas pelaksanaannya, lalu harus ada penurunan penambahan kasus harian, peningkatan angka kesembuhan, penurunan angka kematian dan penurunan angka kematian per total populasi,” tegasnya.

Baca Juga :  FGD di Barru, Kapolres: Sambut Pilkada Tetap dengan Protokol Kesehatan

Luhut meminta masing-masing kabupaten dan kota memberikan data-data yang menunjukkan variable jumlah kasus, kesembuhan, dan tingkat kematian akibat Covid-19. Detail masing-masing dengan klaster penyebaran.

“Recovery rate dari Sulsel itu sebenarnya sudah cukup tinggi yaitu 76 persen. Ini juga untuk Pak Gubernur angkanya juga cukup lumayan. Kemudian mortality rate itu juga kalau anda lihat 3 persen, sebenarnya cukup bagus,” kata Luhut Panjaitan.

Sementara itu, Gubernur NA menyampaikan langkah dan strategi yang dilakukan Pemprov dalam penanganan Covid-19. Dijelaskan, dari awal pandemi sudah melaksanakan beberapa langkah.

“Yang pertama karena pandemi ini tentu butuh jangka waktu lama untuk bisa menyelesaikan ini sampai pada vaksin obat kita temukan,” sebut Nurdin Abdullah.

Baca Juga :  Gubernur Sulsel Gelar Peletakan Batu Pertama 50 Huntap Banjir Lutra Tahap Pertama

Menurutnya, Pemprov Sulsel membagi dua penanganan. Penanganan pertama bagi yang terkonfirmasi positif dan ada gejala, serta memiliki penyakit penyerta dirawat di rumah sakit. Sementara yang terkonfirmasi positif dan tidak ada gejala dilakukan isolasinya di hotel yang dikenal dengan wisata covid.

“Kenapa di hotel dilakukan? Karena orang inikan tanpa gejala, tinggal bagaimana menjaga imunnya,” ujarnya.

. ANDI KHAERUL

loading...