Gubernur Sulsel Gelar Peletakan Batu Pertama 50 Huntap Banjir Lutra Tahap Pertama

Peletakan batu pertama Huntap untuk korban banjir Luwu Utara.

BERITA.NEWS, Luwu Utara – Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah (NA) didampingi Bupati Indah Putri Indriani melakukan peletakan batu pertama pembangunan Hunian Tetap (Huntap) bagi korban banjir bandang di Dusun Panampung, Desa Radda, Kecamatan Baebunta.

Adapun Huntap yang akan dibangun oleh Pemprov Sulsel pada tahap pertama ini sebanyak 50 unit dengan tipe 36. Bangunan itu khusus diperuntukkan bagi korban banjir yang melanda Luwu Utara pada 13 Juli lalu. Terdampak di 6 kecamatan dan 39 desa/lurah.

“Jadi ini sebuah kemajuan dalam rangka rehabilitasi pasca bencana (banjir) Luwu Utara. Ibu Bupati luar biasa aktif sekali untuk ingin memulihkan kehidupan masyarakat Lutra, khususnya yang di Masamba, di Radda ini. Provinsi hari ini kita telah meletakkan batu pertama pembangunan rumah hunian tetap, provinsi bantu 50 unit,” ucapnya.

Baca Juga :  Hadirkan Rest Area, Kasat Lantas Polres Pinrang : Untuk Menekan Angka Kecelakaan Lalu Lintas

NA mengatakan bangunan Huntap dilakukan oleh Pemprov untuk tahap awal menstimulus Pemerintah Pusat juga turut serta membantu. Pihak swasta juga diundang ikut andil melalui program tanggung jawab sosial (CSR) perusahaan. Kebutuhan rumah 1.295 unit ditargetkan akan dapat selesai enam bulan.

“Jadi sebenarnya masih kurang. Tetapi, Insyaallah kita akan mencoba menggerakkan hati semua elemen masyarakat. Termasuk beberapa perusahaan besar yang kira-kira bisa memanfaatkan CSR-nya,” ujarnya.

Sementara itu, Bupati Indah Putri Indriani mengapresiasi langkah Pemprov Sulsel, kebijakan yang diberikan membantu dalam percepatan pembangunan di Kabupaten Luwu Utara, khususnya terkait hunian sementara dan hunian tetap.

Baca Juga :  DPM-PTSP Teken Kerjasama Dengan Perguruan Tinggi Se-Sulsel Permudah Izin Penelitian

“Harapan kita dengan dimulainya peletakan batu pertama hunian tetap ini. Maka ini tidak ada lagi kata berhenti tidak ada jeda untuk kemudian memastikan dalam enam bulan mudah-mudahan sudah dapat kita bangun lagi,” ujarnya.

Diketahui, satu unit rumah ini dibangun dengan anggaran Rp 50 juta dengan standar layak huni. Fasilitas, seperti ruang tamu, dua kamar.

. ANDI KHAERUL

loading...