Bejat, Kakek 60 Tahun Memperkosa Siswi SMP Kelas II di Kabupaten Gowa

Ilustrasi-Pemerkosaan. (Int)
Ilustrasi-Pemerkosaan. (Int)

BERITA.NEWS, Gowa – Seorang siswi kelas II SMP di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, menjadi korban pemerkosaan oleh seorang kakek – kakek hingga hamil 7 bulan. Siswi tersebut kini telah dievakuasi ke rumah aman Pelayanan Pusat Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Sulsel.

“Korban kelas II SMP berumur 13 tahun dengan umur kandungan 7 bulan, sedangkan pelaku umur 60 tahun. Korban sekarang sudah berada di rumah aman provinsi,” ujar Kepala UPT P2TP2A Sulsel Meisy Papayungan seperti dilansir dari laman Detik.com, Sabtu (12/9/2020).

Aksi pemerkosaan ini diketahui berawal pada bulan Maret 2020, saat itu korban dan adiknya yang masih berusia 3 tahun menumpang untuk mencuci rumah milik pelaku, yang merupakan tetangganya sendiri, lantaran air di rumah korban tidak mengalir. Pelaku kemudian memberikan boneka kepada adik korban untuk mengalihkan perhatiannya.

Baca Juga :  Ketua Tim Keluarga JMS: Kacamatayya Paling Paham dan Pengalaman Bangun Bulukumba

Saat adik korban sedang asyik bermain, pelaku lalu menggendong korban ke kolong rumahnya dan melakukan aksi bejatnya. Mirisnya, pelaku tidak hanya memperkosa korban satu kali. Hanya berselang satu minggu kemudian, korban kembali diperkosa pelaku dengan modus yang sama.

“Kejadian kedua di bulan yang sama, yaitu bulan Maret, hanya berselang satu minggu dari kejadian pertama. Korban mencuci dan lagi-lagi pelaku tiba-tiba menggendong korban menuju kolong rumah dan menyetubuhinya,” kata Meisy.

Lanjut Meisy, korban tidak berani menceritakan perbuatan bejat kakek tetangganya itu. Korban mengaku mendapat ancaman pembunuhan jika berani mengadukan pelaku.

“Korban tidak mengatakan kepada siapa pun karena korban diancam akan dibunuh oleh pelaku jika mengatakannya,” beber Meisy.

Akibat aksi bejat pelaku, korban pun diketahui telah mengandung 7 bulan. Peristiwa itu terungkap saat ibu tiri mencurigai perbedaan fisik yang ditunjukkan anaknya.

Baca Juga :  Jaksa Pinangki Jalani Sidang Perdana pada 23 September

“Ibu tiri korban menegur korban bahwa ada yang berbeda dengan korban. Namun korban tidak merasakan apa-apa dan tidak mengerti dengan perubahannya, sampai akhirnya ibunya mengatakan bahwa korban hamil,” jelas Meisy.

Mengetahui perbuatan bejat yang dilakukan pelaku, keluarga korban langsung melaporkannya ke Polres Gowa. Pelaku telah ditangkap dan kini menjalani proses hukum.

“Pelaku sudah ditangkap dan sementara berproses di Polres Gowa,” tutur Meisy.

 

Sumber : Detik.com

loading...