Kasus Pengrusakan Hutan Lindung akan Seret Anggota DPRD Takalar

Penyidik Gakkumdu Kementrian Kehutanan Perwakilan Sulsel Muh Anis Dampingi Tersangka BN (IST)

BERITA.NEWS, Takalar – Kasus dugaan Pengrusakan hutan lindung di wilayah Komara Desa Komara, Kecamatan Polongbangkeng Utara (Polut) akan menyeret salah satu anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Takalar, Kamis (3/9/2020)

Pasalnya, Penyidik Gakkumdu Kementrian Kehutanan Perwakilan Sulsel telah meminta keterangan sejumlah saksi diantaranya Operator Eskavator, masyarakat, Kepala Desa Barugaya serta anggota DPRD Takalar Haji Jabir Bonto.

Bahkan, Penyidik Gakkumdu Muh Anis telah menetapkan satu orang tersangka berinisial BN dalam kasus pengrusakan lahan milik kementerian kehutanan Republik Indonesia tersebut.

“Kita sudah tetapkan satu orang tersangka berinisial BN, kini berada di tahanan rutan Polda Sulsel. Jabir Bonto belum ditetapkan sebagai tersangka karena masih dalam tahap proses permintaan keterangan, tapi tidak tertutup kemungkinan Jabir Bonto bisa menyusul sebagai tersangka, ” kata Anis melalui pesan WhatsApp.

Baca Juga :  Bahas Luwu Tengah, Basmin Mattayang Terima Audiensi Perwakilan Mahasiswa

Diketahui Jabir Bonto dipanggil pihak Gakkum kementerian kehutanan adanya dugaan tindak pidana kehutanan berupa melakukan kegiatan yang dapat mengakibatkan perubahan terhadap keutuhan kawasan suaka Alam terdapat dalam pasal 40 ayat 1 Jo pasal 19 ayat 1 undang undang nomor 5 tahun 1990,tentang konservasi sumber Daya alam hayati dan ekosistem.

Dan atau menebang pohon atau memanen atau memungut hasil hutan didalam hutan tanpa memilki hak atau izin dari pejabat berwenang dipertegas dengan pasal 78 ayat 5 Jo pasal 50 ayat 3 huruf e  Undang undang nomor 41 tahun 1999 tentang kehutanan jo pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP. terjadi didalam kawasan suaka margasatwa Komara dan kawasan hutan produksi di Kabupaten Takalar.

Baca Juga :  Buka FKP Ranwal RKPD 2022, Bupati Harap Jaring Aspirasi Masyarakat Untuk Pembangunan

Anis menambahkan saat ini sudah melayang surat kepada saudara Jabir Bonto terkait dengan  kasus tersebut. Namun kata Penyidik Gakkumdu Anggota DPRD Takalar tersebut tidak memenuhi panggilan.

“Yang bersangkutan belum sempat hadir untuk dimintai keterangannya, belum juga ada penyampaian atau alasan dari JB ” pungkas Anis.

Lanjut dikatakannya, dalam kasus ini H Jabir Bonto masih statusnya sebagai saksi tapi tidak hadir. Akan tetapi akan dilakukan pemanggilan kedua. “Insyaallah usai olah TKP kerugian negara baru kita panggil lagi” tutupnya.