Gubernur Sulsel Letakan Batu Pertama Pembangunan Asrama Putri Anging Mammiri Yogyakarta

Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah saat acara peletakan batu pertama pembangunan Asrama Putri Anging Mammiri di Yogyakarta.

BERITA.NEWS, Yogyakarta – Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel) Nurdin Abdullah (NA) melakukan peletakan batu pertama pembangunan Asrama Putri (Aspuri) Sulsel “Anging Mammiri” di Jalan Kota Baru Yogyakarta, Rabu (2/8/2020).

Diketahui pembangunan asrama putri Sulsel Anging Mammiri tersebut, Pemprov Sulsel menggelontorkan anggaran tahun 2020 sebesar Rp 4,408 miliar lebih. Rencananya akan dibangun 15 kamar tidur. Target, selesai 4 bulan kedepan.

“Kita memanjatkan rasa syukur kita pada Allah SWT, alhamdulillah hari ini kita akan memulai pembangunan Asrama Putri Anging Mammiri di Kota Yogyakarta,” kata Nurdin Abdullah.

NA mengatakan, masyarakat dan mahasiswa Sulsel yang ada di Yogyakarta jumlahnya cukup besar. Olehnya itu, hadirnya asrama sangat penting. Sehingga Pemprov terus mendorong penyiapan fasilitas tersebut.

Baca Juga :  Menko Luhut Instruksikan Pangdam Hasanuddin dan Kapolda Back-up Protkes di Sulsel

“120 hari ke depan, Insyaallah kita sudah bisa menempati tempat ini. Mungkin untuk sementara penghuni dari asrama ini, kita kontrakan dulu,” ucapnya.

Sementara itu, Kepala Badan Penghubung Daerah Sulsel, H Ezra Silalahi menyebutkan, sejak tahun 2018 Pemprov Sulsel memiliki 11 asrama mahasiswa di Pulau Jawa.

“Asrama Putri Anging Mamiri dan Asrama Putra Latimojong kondisi bangunannya sudah lama bocor dan kayunya lapuk, dindingnya juga sehingga sudah tidak layak ditempati adek-adek mahasiswa,” jelasnya.

Selanjutnya, Asisten 1 Kota Yogyakarta, Sisruwadi, mengatakan, pembangunan asrama ini disambut baik oleh Pemkot Yogyakarta disertai harapan gedungnya menjadi simbol persatuan, menjadikan mahasiswa Sulsel nyaman sehingga mampu menyelesaikan pendidikan dengan baik.

Baca Juga :  Evaluasi Kepala SMA/SMK se-Sulsel Harus Melalui Tim Independen

“Selain itu dengan gedung ini, juga mampu menjadi rumah budaya, sarana memperkuat keanekaragaman dan kemajemukan, memperkaya khazanah budaya dan kekuatan dalam membangun persatuan,” ujarnya.

“Keberadaan masyarakat Sulsel yang berbaur dengan masyarakat setempat juga akan melahirkan suatu komunitas harmonis bernuansa miniatur Indonesia. Hal tersebut memberikan andil nyata dalam mewujudkan Bhinneka Tunggal Ika,” imbuhnya.

. ANDI KHAERUL

loading...