TP PKK Kabupaten lakukan Pembinaan Kepada Kader PKK Kecamatan

Pembinaan Kepada Kader PKK di Kecamatan Marbo yang dibuka secara langsung oleh Hj. Irma Andriani, S.Pi. M.Si. (Dok. Foto Humas Pemkab Takalar).
Pembinaan Kepada Kader PKK di Kecamatan Marbo yang dibuka secara langsung oleh Hj. Irma Andriani, S.Pi. M.Si. (Dok. Foto Humas Pemkab Takalar).

BERITA.NEWS, TakalarSebagai upaya pencegahan Stunting selama masa Pandemi Covid 19, TP PKK Kabupaten Takalar kerjasama dengan Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat Desa gelar Pembinaan Kepada Kader PKK di Kecamatan Marbo yang dibuka secara langsung oleh Hj. Irma Andriani, S.Pi. M.Si selaku Ketua di Aula Kantor Camat Mangarabombang, Rabu (5/8).

Dalam arahannya Ketua T.P. PKK mengemukakan bahwa Ciri Stunting adalah gagal tumbuh secara fisik dan gagal tumbuh secara mental.

“Ujung tombak setiap daerah adalah desa, segala sesuatu dimulai dari desa. Untuk itu, pemerintah desa harus memperbaiki gizi di masyarakat. Dan semua kelompok-kelompok di desa baik dasawisma maupun kader-kader lainnya dibina dengan TP. PKK turun langsung ke lapangan untuk mengecek kondisi kesehatan setiap masyarakat.” jelas Ketua TP. PKK Kabupaten.

Beliau berharap agar para kader bersama-sama melakukan upaya-upaya pencegahan stunting sehingga Kab. Takalar dapat zero stunting.

Pada kesempatan tersebut, Camat Marbo Mappaturung, S.Sos Dimasa Pandemi ini, Pemerintah Kec. Marbo terus berupaya memperbaiki gizi di masyarakat sebagai cara dalam pencegahan Stunting.

“Di setiap desa di Kecamatan Marbo juga sudah menganggarkan disetiap desanya untuk memperbaiki gizi dimasyarakat dengan memberikan vitamin dan makanan tambahan serta pemeriksaan kesehatan,” tambahnya.

Dilanjutkan di kecamatan Marbo juga telah melakukan program Peduli penyakit Kronis. Jadi setiap hari Jum’at itu, pemerintah desa mengunjungi masyarakat yang mengidap penyakit kronis untuk diberikan bantuan.

Hajil Muhammad, S. Kep. M. Kes selaku pemateri dalam materinya menjelaskan bahwa dampak dari Stunting adalah pola asuh yang kurang baik, gizi diseribu hari pertaman kehidupan kurang bagus, pola asuh orang tua, adanya salah satu anggota keluarga yang merokok, komunikasi yang kurang bagus.

Dijelaskan pula penyebab dari stunting adalah kurangnya asupan gizi yang diterima oleh janin, kurangnya perhatian suami dan keluarga saat sedang hamil, kurabgnya pengetahuan bumil, suami dan keluarga tentang gizi, kurangnya akses air bersih dan sanitasi.

Pada kesempatan tersebut juga dirangkaikan dengan pemasangan Face Shield oleh Ketua T.P. PKK Kabupaten secara simbolis kepada Kader PKK desa.

Kegiatan di hadiri Ketua PKK Kecamatan Marbo, Kepala Puskesmas Marbo, serta Ketua T.P PKK Desa dan Kelurahan se-Kecamatan Marbo.

  • Redaksi 
loading...