Dituding Mengganggu Istri Pelaku, Seorang Pria di Takalar Dibacok Tetangga Sendiri

TKP Dg Sija (43) di Takalar membacok tetangganya, Padangan Dg Rowa (43) karena menduga istrinya diganggu. (Foto: detik.com)
TKP Dg Sija (43) di Takalar membacok tetangganya, Padangan Dg Rowa (43) karena menduga istrinya diganggu. (Foto: detik.com)

BERITA.NEWS, Takalar – Seorang pria asal Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan, berinisial K Alias Dg. Sija (43) diamankan pihak berwajib setelah nekat menebas tetangganya sendiri, Padangan Dg. Rowa (43). Kejadian ini terjadi karena pelaku menuding korban mengganggu istrinya.

“Pengakuannya tersangka, istrinya mau diganggu oleh korban,” ucap Paur Humas Polres Takalar Ipda Sumarwan kepada wartawan, Rabu (29/7/2020).

Insiden ini terjadi saat korban yang sedang berada di rumah tetangganya di Kecamatan Mangarabombang, Takalar. Pelaku yang datang langsung menebas korban dengan tiba – tiba.

“Korban sementara minum di dalam rumah Capa Dg Bella, tiba-tiba pelaku datang dan langsung memarangi korban,” katanya.

Baca Juga :  Incumbent Diprediksi Keok di Pilkada Makassar

Akibat kejadian tersebut, korban mengalami luka – luka dibagian punggung dan kepala akibat tebasan benda tajam. Korban yang mengalami luka – luka setelah menerima serangan pelaku langsung dilarikan ke RSUD Takalar guna mendapatkan penanganan medis.

“Korban luka robek pada bagian belakang kepala sebelah kiri dan luka robek pada punggung bagian kanan dan kiri,” katanya.

Menurut Sumarwan, saat kejadian, istri pelaku tidak bersama dengan korban, tetapi sedang berada di kebunnya.

“Istri korban itu lagi di kebunnya, tidak sama korban,” ucap Sumarwan.

Terkait fakta itu, polisi masih akan mendalami kembali keterangan tersangka, korban, serta saksi-saksi. Pasalnya, ada pula keterangan yang menyebut pelaku memiliki riwayat gangguan jiwa.

Baca Juga :  Polda Jateng Gelar Swab Test Personel Pengamanan Pilkada, Kapolda: Jaga Kesehatan

“Menurut ayah tersangka, anaknya itu punya riwayat kelainan jiwa. Maka dari itu, penyidik masih akan mendalami fakta-fakta yang ada, termasuk berkoordinasi dengan pihak medis,” pungkas Sumarwan.

 

 

Sumber: Detik.com