Duh, 2 PNS Ini Ditangkap Satresnarkoba Polres Tulungagung karena Narkoba

ilustrasi: net

BERITA.NEWS, Tulungagung – Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Tulungagung, Jawa Timur, berhasil mengungkap kasus narkoba di wilayahnya. Kali ini, polisi menangkap dua oknum pegawai negeri sipil (PNS) karena diduga terlibat kasus narkotik jenis sabu-sabu.

Kedua oknum PNS itu masing-masing berinisial WP (37) merupakan warga Plosokandang, Kecamatan Kedungwaru, Tulungagung, dan FD (37) warga Desa Mulyosari, Kecamatan Pagerwojo, Tulungagung.

Dalam penangkapan ini, polisi juga menemukan sabu-sabu seberat 1,52 gram milik tersangka WP. Sedangkan di rumah FD, polisi menemukan sabu-sabu seberat 0,52 gram dan 0,2 gram. Di lokasi polisi juga menemukan bong yang diduga sebagai alat isap.

Kasat Reskoba Polres Tulungagung AKP Suwancono kepada wartawan mengatakan, awalnya polisi mendapat informasi dari masyarakat kalau di wilayah Tamanan kerap dijadikan transaksi narkoba.

Selanjutnya polisi melakukan pengintaian di tempat lokasi. Tidak sia-sia, ternyata informasi itu benar. Di lokasi itu, ada seseorang sedang membawa narkoba.

“Kemudian orang itu ditangkap, saat dilakukan penggeledahan di temukan narkoba jenis sabu-sabu berat 1,52 gram serta bong alat isap yang disimpan di pipet kaca. Orang itu adalah WP,” jelasnya, Minggu (19/7/2020).

Kemudian polisi membawa tersangka WP ke Polres Tulungagung untuk dilakukan pemeriksaan.

“Dari hasil pemeriksaan, saudara WP mengaku kalau barang haram itu didapatkan dari saudara FD,” sambung Suwancono.

Polisi pun bergerak cepat dengan memburu FD. “Kemudian polisi langsung melakukan pencarian terhadap FD,” kata Suwancono.

Akhirnya polisi mendapat informasi pada malam hari bahwa FD ada di wilayah Sombontoro, Kecamatan Boyolangu, Tulungagung. “FD ditangkap sekitar 21.00 WIB dan dilanjutkan pengeledahan di rumahnya, ditemukan sabu-sabu dan alat isap,” ujarnya.

Kini keduanya diamankan di kantor polisi guna pemeriksaan lebih lanjut.

Atas perbuatannya tersangka akan kenai hukuman paling ringan 4 tahun dan paling lama 12 tahun dan ancaman denda Rp8 miliar, berdasarkan pasal 112 ayat 1 junto pasal 132 ayat (1) undang-undang nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika.

. GUNAWAN

Comment