Aksi Tolak Omnibus Law Depan Kantor DPRD Sulsel Berujung Bentrok

Bentrok massa aksi tolak Omnibus Law depan kantor DPRD Sulsel (BERITA.NEWS/Andi Khaerul).
Bentrok massa aksi tolak Omnibus Law depan kantor DPRD Sulsel (BERITA.NEWS/Andi Khaerul).

BERITA.NEWS, Makassar – Demonstrasi tolak undang-undang Omnibus Law Cipta Kerja depan kantor DPRD Sulsel berujung bentrok dengan aparat kepolisian dengan massa aksi yang mencoba memaksa masuk ke gedung dewan, Kamis (16/7/2020).

Bentrokan bermula saat sekelompok peserta aksi yang baru tiba di kantor DPRD Sulsel memaksa masuk dan merusak pintu gebang utama. Mendapat hadangan dari aparat kepolisian, aksi saling dorong pun terjadi kedua pihak.

Tak berlangsung lama, aparat pun memukul mundur kelompok tersebut, sehingga peserta aksi berhamburan ke arah jembatan penyebaran fly over. Anggota dalmas langsung dikerahkan lakukan penyisiran.

Baca Juga :  Alasan Syamsuddin Batolla Perlambat Tempo Permainan PSM Makassar

Dari pantauan berita.news beberapa peserta aksi yang diduga sebagai provokator bentrokan tersebut berhasil diamankan oleh aparat. Terlihat, pintu gerbang DPRD rusak parah, sisa-sisa ban yang terbakar di jalan masih berserakan.

“Ini aksi damai, ini aksi damai jangan sampai terprovokasi,” ucap salah satu peserta dalam orasinya.

Sebeku bentrok, cekcok kedua pihak sempat terjadi. Seruan aksi damai oleh massa aksi dinilai hanya sekedar kata-kata dan tidak ada etikat baik, karena berusaha lakukan perlawanan dan merusak fasilitas Kantor DPRD Sulsel.

Baca Juga :  Alasan Syamsuddin Batolla Perlambat Tempo Permainan PSM Makassar

“Tidak ada aksi damai kalau begini, datang merusak,” teriak salah satu aparat yang coba menghalau kelompok massa aksi tersebut.

  • Andi Khaerul