Yuk! Wisata ke Blimbing Moyoketen Tulungagung, Ini Sejarah Berdirinya

BERITA.NEWS, Tulungagung – Wisata Blimbing di Desa Moyoketen, Kecamatan Boyolangu, Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur, merupakan salah satu destinasi wisata yang selalu ramai pengunjung. Bukan tanpa sebab, wisata tersebut menyajikan pemandangan yang indah, sejuk nan asri yang dipenuhi tanaman blimbing. Blimbing-blimbingnya khas, berukuran besar dan sangat manis.

Untuk menuju lokasi bisa ditempuh dari pusat Kota Tulungagung menuju ke barat sekitar 800 meter untuk sampai jembatan. Sesampai Jembatan Lembu Peteng belok ke kiri menuju lokasi sekitar 1,5 Km. Aksesnya mulus. Dengan disajikan pemandangan serta sejuknya Kali Ngrowo. Bus pariwisata bisa masuk lokasi. Tersedia lahan parkir yang nyaman.

Namun hanya sedikit orang yang tahu awal mula agrowisata blimbing tersebut. Salah satu pengelola wisata, Waras menceritakan awal mulanya kebun blimbing ini dimulai pada tahun 1982. Saat itu hanya keluarganya saja yang baru menanam blimbing. Itupun blimbing biasa, belum seperti sekarang.

Baca Juga :  BKPSDM Luwu Gelar Latsar PNS Formasi 2021

“Saat itu hanya coba-coba dulu, namun saya rasa hasilnya kok begitu menggiurkan,” ucap dia.

Setelah dirasa blimbing lebih menguntungkan dibanding buah lain, karena dapat berbuah tanpa mengenal musim, serta kondisi tanah yang mendukung, barulah pada tahun 1991 mulai keinginan mengembangkan bibit blimbing lain.

“Dari situ mulailah mengamati berbagai jenis, dan dari sekian yang diamati, lalu memilih jenis blimbing bangkok merah. Itupun baru mencoba menanam hanya sekitar 5 pohon,” kata Waras saat ditemui di kediamannya yang terletak di sekitar lokasi wisata, Rabu (15/7/2020).

Waras cerita, setelah dirasa buahnya lebih enak serta banyak diminati pembeli ketimbang blimbing biasa, mulailah warga sekitar ikut ramai menanam, sehingga daerah sekitar menjadi komoditi blimbing. Bahkan samapai saat ini di Desa Moyoketen sendiri sudah mencapai 10-11 hektar kebun blimbing, belum lagi ditambah wilayah desa tetangga sekitar.

Waras menambahkan, pada tahun 2001 ketika harga blimbing murah di pasaran, antara perawatan dengan harga penjualan tidak seimbang, menyebabkan petani rugi besar. Dari situ barulah timbul ide menjadikan daerah ini sebagai agrowiasata blimbing. Yang diharapkan dapat mendongkrak ekonomi petani.

Baca Juga :  DKUP Luwu Gelar Pelatihan bagi Pelaku UMKM untuk Peningkatan Ekonomi

“Dari tahun 2001 itu kami terus berusaha untuk berbenah, mulai dari segi wisata kami perbaiki agar lebih bagus, lebih indah dan dapat menarik pengunjung. Dari segi perawatan juga kami terus perbaiki, supaya pohon bisa berbuah banyak, menjadi lebih manis, dan tidak dimakan hama,” terangnya.

loading...

. GUNAWAN