Hati-hati, Ini Kelompok yang Rentan terhadap Corona

Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Doni Monardo. ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/foc.

BERITA.NEWS, Jakarta – Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19, Letjen Doni Monardo menyebut masih ada sejumlah pihak yang menilai pandemi virus Corona sebagai konspirasi. Ia mengibaratkan virus Corona bagai malaikat pencabut nyawa bagi kalangan rentan.

“Korban jiwa di tanah air ini sudah melampaui angka 3.500 bahkan di dunia sudah melampaui angka 550 ribu jiwa. Jadi ini nyata, ini fakta,” ungkap Doni dalam konferensi pers usai rapat bersama Presiden Joko Widodo, seperti disiarkan dalam tayangan langsung di akun Yotube Setpres, Senin (13/7/2020).

“Oleh karenanya semua pihak harus betul-betul memahami ini, menyampaikan pesan-pesan bahwa COVID ini ibaratnya, mohon maaf, ibaratnya malaikat pencabut nyawa bagi mereka yang rentan,” sambungnya, mengutip Detikcom.

Baca Juga :  Peti Jenazah Digunakan Bahan Sosialisasi Bahaya COVID-19 di Jakarta

Doni merinci siapa saja kelompok yang rentan terhadap virus Corona ini. Mereka adalah lansia yang rata-rata berusia 60-70 tahun. Selain itu mereka yang memiliki penyakit penyerta (komorbid) seperti hipertensi, diabetes, jantung, ginjal, kanker, asma, TBC, dan beberapa penyakit lainnya.

“Kiranya mereka yang memiliki komorbid ini untuk tidak melakukan aktivitas dulu, tidak berkegiatan di luar rumah. Kalau toh harus keluar rumah pun, harus menjaga jarak, menghindari kerumunan, jangan mendatangi tempat-tempat yang berisiko terjadinya penularan,” imbau Doni.

Baca Juga :  Update Covid-19 Hari Ini: Positif Bertambah 1.687, Sembuh 1.284, Meninggal 42

Kepala BNPB ini juga meminta seluruh masyarakat untuk sadar dengan selalu melalukan protokol kesehatan pencegahan Corona. Doni mengingatkan bahaya Corona tidaklah main-main.

“Untuk menghindari angka kematian juga, kita diharapkan untuk bisa meningkatkan kesadaran kolektif agar pesan tentang bahaya COVID ini betul-betul bisa dipahami oleh segenap komponen masyarakat,” sebutnya.

loading...