Presiden Brazil Positif Corona, WHO: Corona Tidak Membedakan Status Sosial maupun Jabatan

Jair Bolsonaro (AP Photo/Eraldo Peres)

BERITA.NEWS, Jenewa – Dalam konferensi pers terbaru, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) membahas soal Presiden Brazil Jair Bolsonaro yang baru saja dinyatakan positif virus Corona (COVID-19). WHO menyebut terinfeksinya Bolsonaro semakin ‘memperjelas kenyataan’ soal virus Corona bagi publik, khususnya di Brasil.

Seperti dilansir AFP dan Associated Press, Rabu (8/7/2020), WHO menyatakan pihaknya mendoakan kesembuhan Bolsonaro. Namun WHO juga mengingatkan bahwa kasus ini menunjukkan tidak ada satupun individu yang bisa terhindari dari virus Corona yang kini merajalela secara global.

“Tidak ada negara yang kebal dan tidak ada negara yang aman dan tidak ada individu yang bisa aman,” tegas Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus, mengutip Detikcom.

Baca Juga :  Lagi, Dua Separatis Hong Kong Ditangkap

Tedros mendoakan Bolsonaro mendapatkan ‘kesembuhan cepat’ dari virus Corona.

Secara terpisah, Direktur Urusan Darurat WHO, Dr Michael Ryan, menyatakan bahwa situasi ini semakin memperjelas kenyataan soal virus ini kepada publik, dengan menunjukkan bahwa virus Corona tidak membedakan status sosial maupun jabatan.

“Tidak ada yang istimewa dalam hal itu: kita semua berpotensi terpapar,” sebut Ryan dalam konferensi pers virtual dari Jenewa, Swiss. “Kami mendoakan yang terbaik untuk Bolsonaro dan keluarganya,” tandasnya.

Bolsonaro mengonfirmasi dirinya positif Corona pada Selasa (7/7) waktu setempat, setelah menjalani tes karena mengalami gejala-gejalanya. Konfirmasi Bolsonaro terinfeksi Corona ini disampaikan setelah selama berbulan-bulan dia meremehkan kegawatan virus Corona meskipun total kasus dan jumlah kematian di negaranya bertambah dengan cepat.

Baca Juga :  Joe Biden Pilih Kamala Harris sebagai Calon Wapres AS

Sejauh ini, lebih dari 1,6 juta kasus Corona tercatat di Brasil dengan lebih dari 66 ribu kematian. Dengan angka itu, Brasil menempati posisi kedua sebagai negara dengan total kasus Corona terbanyak setelah Amerika Serikat (AS).

loading...