Wakapolres Tulungagung: Kampung Tangguh Perlu Ditingkatkan

Foto Wakapolres Tulungagung Kompol Yhogi Hadisetiawan, saat launching Kampung Tangguh Semeru di Desa Bangoan Kecamatan Kedungwaru, Tulungagung, Senin (6/7/2029).

BERITA.NEWS, Tulungagung – Wakapolres Tulungagung Kompol Yhogi Hadisetiawan mengatakan agar kampung tangguh ini bisa ditingkatkan untuk tanggap Covid-19. Masyarakat perlu bimbingan dan evaluasi.

Bimbingan kampung tangguh berupa evaluasi yang dimaksud itu perlunya legalitas struktur, diantaranya di dalamnya meliputi ketua kampung tangguh, ketua devisi dapur umum, ada ketua devisi pemulasara jenasah, ketua devisi lumbung pangan, kemudian ketua devisi ketahanan pangan dan ketua keamanan.

“Itulah rata-rata pada saat launching belum adanya struktur itu, tapi setelah kita launching ini sekaligus kita evaluasi peningkatannya lebih bagus,” katanya kepada wartawan di sela launching Kampung Tangguh Semeru di Desa Bangoan Kecamatan Kedungwaru, Tulungagung, Jawa Timur, Senin (6/7/2029).

Menurutnya, kampung tangguh yang selama ini dilaunching, sebagain sudah ada yang membentuk struktur seperti yang diarahkan dari kapolsek yang dulu pernah dibina di Polres melalui tim POP Polres Tulungagung, bahwasanya kapolsek ditugaskan yang berperan untuk pembentukan dan memberikan arahan teknis berdirinya kampung tangguh di setiap desa-desa.

Baca Juga :  Kapal Terbakar, SAR: 10 Nelayan Wakatobi Selamat

“Memang sudah terbentuk struktur di masing-masing kampung tangguh yang dilaunching, namun mekanismenya struktur belum ditulis, dengan arti lebih bagus struktur itu digambarkan dengan ditulis di papan,” ujarnya.

Dia memaparkan, kampung tangguh adalah peran kepolisian yang berbasis Problem Oriented Policing (POP) dengan arti pemolisian berbasis pemecahan masalah, yang akan ikut adil didalamnya bila mana negara ini dilanda musibah. “Contoh sekarang masa pandemi Corona, POP kita arahkan mengatasi problem yang melanda ini dulu,” tutur Yhogi Hadisetiawan yang juga selaku ketua POP ini.

Tetapi, lanjutnya, apakah bila pandemi Covid-19 ini selesai, kampung tangguh bubar? “Tidak. Karena yang namanya potensi konflik, potensi gangguan keamanan, potensi gempa, potensi bencana itu berada di seluruh wilayah desa, kampung tangguh akan berkelanjutan dan kita kembangkan lebih membentuk insan-insan di dalamnya lebih kokoh lagi,” paparnya.

Baca Juga :  Sopir Tiba-tiba Tak Sadar saat Nyetir, Truk Tabrak Pembatas Jalan di Jaktim

Ditambahkannya, nanti POP kampung tangguh kecenderungan tidak hanya di Covid-19 saja, melainkan bagaimana kedepan masyarakat tangguh ketika menanggulangi bencana bisa tanggap dan siap bila sewaktu-waktu ada bencana datang. “Misalnya tanggap bila ada bencana tsunami, gempa maupun bencana alam lainnya,” jelasnya.

Dengan tidak mengurangi semangat, pria bertubuh tegap ini mengaku tidak bisa melawan satu musuh bila hanya dilemparkan kepada stakeholder. “Mari bersama-sama memiliki rasa memusuhi Covid-19. Kalau kita nyatakan Covid-19 ini musuh kita, biasanya itu cara kita bisa bersatu memerangi,” tutupnya.

  • GUNAWAN
loading...