Kritik Cara Pemerintah Atasi Virus Corona, Dokter di Mesir Ditangkap

Foto: Polisi Mesir berjaga di tengah Corona (AP Photo/Nariman El-Mofty)

BERITA.NEWS, Kairo – Seorang dokter ditangkap setelah menulis artikel tentang sistem kesehatan Mesir yang rapuh. Dokter itu mengungkap kondisi kekurangan alat medis saat Mesir berjuang melawan pandemi virus Corona.

Seperti dilansir The Associated Press (AP), Selasa (7/7/2020) ketika pihak berwenang Mesir memerangi wabah Corona yang kasusnya terus bertambah, badan-badan keamanan telah mencoba untuk membungkam kritik terhadap penanganan krisis kesehatan oleh pemerintahan Presiden Abdel Fattah el-Sissi.

Menurut catatan sebuah kelompok HAM, setidaknya 10 dokter dan enam wartawan telah ditangkap sejak virus itu pertama kali menyerang Mesir pada Februari lalu. Petugas kesehatan lainnya mengatakan mereka telah diperingatkan oleh administrator untuk tetap diam atau menghadapi hukuman.

Ada pula seorang koresponden asing yang telah meninggalkan negara itu, karena takut ditangkap, dan dua lainnya telah dipanggil untuk ditegur karena “pelanggaran profesional.”

“Setiap hari saya pergi bekerja, saya mengorbankan diri saya dan seluruh keluarga saya,” kata seorang dokter garis depan di Kairo, yang enggan disebutkan namanya karena takut ditangkap, mengutip Detikcom.

Baca Juga :  Petahana Lukashenko Menang Telak Pilpres Belarus

“Kemudian mereka menangkap kolega saya untuk mengirimi kami peringatan. Saya tidak melihat cahaya di langit.”

Pada 2013, el-Sissi, sebagai menteri pertahanan, memimpin kudeta militer terhadap presiden Mesir pertama yang terpilih secara demokratis, Mohamed Morsi, setelah pemerintahannya yang singkat memicu protes nasional.

Bertahun-tahun sejak itu, el-Sissi telah membungkam perbedaan pendapat, memenjarakan lawan-lawan politik Islamis, aktivis sekuler, jurnalis, bahkan penari perut.

Sekarang tindakan keras telah meluas ke para dokter yang berbicara di depan umum tentang kekurangan alat pelindung diri (APD) atau mempertanyakan jumlah resmi infeksi kasus Corona.

Seorang petugas pers pemerintah tidak menanggapi permintaan komentar atas penangkapan dokter dan jurnalis, tetapi mengirimkan kepada The Associated Press sebuah dokumen berjudul “Realita mengalahkan kejahatan palsu,” yang merinci apa yang dikatakan sebagai keberhasilan el-Sissi dalam meningkatkan ekonomi dan perang melawan terorisme.

El-Sissi mengatakan virus Corona itu “meyakinkan” dan menggambarkan kritikus sebagai “musuh negara.”

Dalam beberapa minggu terakhir, pihak berwenang telah menyiapkan pasokan medis untuk lebih banyak pasien. Militer telah mendirikan rumah sakit darurat di lapangan dan pusat isolasi dengan 4.000 tempat tidur dan memberikan masker gratis kepada warga di halte metro, alun-alun dan tempat-tempat umum lainnya.

Baca Juga :  Beirut Rusuh, Dua Menteri Lebanon Mundur

Tetapi tenaga kesehatan menyampaikan peringatan di media sosial. Para dokter mengatakan kekurangan telah memaksa mereka untuk membeli masker bedah dengan gaji mereka yang sedikit. Keluarga meminta tempat perawatan intensif. Dokter gigi dan apoteker mengeluh dipaksa menangani pasien yang diduga terinfeksi virus Corona.

Menurut perhitungan anggota serikat, sejauh ini setidaknya ada 117 dokter, 39 perawat dan 32 apoteker yang telah meninggal karena COVID-19. Sedangkan ribuan lainnya jatuh sakit.

Per Senin (6/7) Kementerian Kesehatan Mesir telah mencatat 76.253 kasus infeksi Corona, termasuk 3.343 kematian – angka kematian tertinggi di dunia Arab.

loading...