Serangan Udara Gempur Markas Militer Turki di Libya

Ilustrasi serangan udara. (AP Photo/Khalil Hamra)

BERITA.NEWS, Jakarta – Markas militer Turki di pangkalan udara Al-Watiya, Libya digempur serangan udara pada Minggu malam (5/7) waktu setempat. Pemerintah Libya yang diakui PBB menyebut serangan tersebut dilakukan oleh pasukan udara asing yang mendukung pasukan pemberontak.

Pasukan Pemerintah Kesepakatan Nasional (GNA) merebut kembali pangkalan udara Al-Watiya, dekat Tripoli, ibu kota Libya dari pasukan pemberontak pimpinan Khalifa Haftar beberapa waktu lalu.

Dalam konflik Libya, Turki mendukung pasukan GNA yang diakui PBB, berbasis di Tripoli melawan pasukan pemberontak pimpinan Khalifa Haftar.

“Serangan semalam terhadap pangkalan Al-Watiya dilakukan oleh angkatan udara asing untuk mendukung penjahat perang dalam upaya meraih kemenangan untuk pasukan Haftar,” kata Wakil Menteri Pertahanan GNA Salah Namrush,” seperti dikutip dari AFP.

Baca Juga :  Meksiko Catat 9.000 Lebih Kasus Baru Corona untuk Pertama Kali

Namun Namrush tidak menjelaskan secara detail angkatan udara asing mana yang diduga berada di balik serangan itu.

Mengutip sumber-sumber militer, media pro-Haftar sebelumnya mengatakan serangan itu dilakukan oleh pesawat tak dikenal. Sumber-sumber menyebut tentara Turki di pangkalan itu menjadi korban.

Seorang pejabat senior Turki mengkonfirmasi kerusakan material di pangkalan itu tetapi membantah ada korban jiwa.

Kantor berita Turki Anadolu, mengutip pejabat militer GNA yang tidak disebutkan namanya, juga mengungkapkan tidak ada korban jiwa dalam insiden itu.

“Perangkat yang baru-baru ini dikerahkan untuk memperkuat pertahanan udara rusak,” kata Anadolu, mengutip CNN Indonesia.

Baca Juga :  Pria Ini Bisa Bangun Perusahaan Rp 4 Triliun dari Memungut Sampah

Libya berada dalam kondisi kacau balau sejak penggulingan diktator Moamer Kadhafi yang didukung NATO pada 2011 lalu. Penggulingan itu menyebabkan timbulnya sejumlah faksi membingungkan yang sama-sama berusaha untuk memegang kendali.

Pasukan Haftar diketahui mendukung pemerintah saingan yang berbasis di Libya timur dan menolak mengakui pemerintah yang didukung oleh PBB pimpinan Fayez al-Sarraj.

loading...