Gubernur Sebut Indikasi Penyebab Longsor di Poros Palopo-Toraja Akibat Alih Fungsi Lahan

Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah.

BERITA.NEWS, Makassar – Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah (NA) menyebut, salah satu indikasi penyebab longsor hingga putusnya jalan poros Palopo-Toraja adalah alih fungsi lahan ditambah curah hujan yang tinggi.

NA mengaku, sebelum terjadinya longsor tersebut, ia sudah pernah melakukan peninjauan dan sudah mengingatkan masyarakat untuk tidak tinggal di daerah tersebut melihat lokasinya cukup rawan.

“Mungkin salah satu penyebab, dugaan sementara, ada alih fungsi lahan di atas, ditambah curah hujan yang tinggi,” ucapnya, Sabtu (27/6/2020).

Baca Juga :  Pelarangan Mudik Serentak Tanggal 6-17 Mei, Wilayah Mamminasata Diperketat

Menurut Nurdin, jalan yang mengalami kerusakan berstatus jalan nasional, sehingga menjadi kewenangan pemerintah pusat. Namun, akses tidak akan terganggu karena pemerintah provinsi sudah membuka jalur baru Rantepao-Bua.

“Untungnya, kita sudah buka jalur baru Rantepao-Bua, itu jauh lebih dekat, medannya juga tidak terlalu ekstrem,” ungkapnya.

Ia mengaku sudah mendapat laporan dari Walikota Palopo, dan tidak ada korban jiwa. Ia berharap, Balai Jalan Nasional segera mengambil langkah strategis.

Baca Juga :  Sulsel Ekspor 2 Ribu Ton Ikan, Totalnya Capai Rp 97 Miliar

“Tentu BPBD dan UPT Dinas PU juga akan segera turun kesana,” pungkasnya.

. Andi Khaerul