Menu

Mode Gelap
Ini Syarat Lengkap Naik KRL selama PSBB Jakarta, Masker Kain Minimal 2 Lapis Kain PSBB Total: Transportasi Kembali Dibatasi, Kegiatan Publik Ditunda Pemprov DKI Tutup Tempat Hiburan selama PSBB Total Mulai 14 September, Termasuk Monas dan Ancol Motor Pribadi Kena Ganjil-Genap di PSBB Transisi Pergub Baru di DKI: Tak Pakai Masker Berulang Bisa Didenda hingga Rp 1 Juta Wamenag: Hampir 88,6 Persen KUA di Jakarta Tidak Layak

Daerah

Dua Warga Gowa Pilih Kembalikan Bansos, Sosiolog Unhas Nilai Aksinya Bisa Jadi Contoh

badge-check

					Dua Warga Gowa Pilih Kembalikan Bansos, Sosiolog Unhas Nilai Aksinya Bisa Jadi Contoh Perbesar

BERITA.NEWS, Gowa – Setelah Irma, warga Dusun Bontocinde, Desa Bontoramba, Kecamatan Pallangga yang memilih mengembalikan bantuan sosial (bansos) dalam rangka penanganan penyebaran virus coros atau covid-19. Aksi tersebut juga dilakukan Daeng Saralia warga Lingkungan Parang, Kelurahan Lanna Kecamatan Parangloe.

Penerima bantuan program Kementrian Sosial berupa Program Keluarga Harapan (PKH) ini memilih mengembalikan Bantuan Langsung Tunai (BLT) yang ia terima dari pemerintah kelurahan. Di mana BLT yang diterima sebesar Rp 600.000 itu ia kembalikan ke pemerintah kelurahan disaksikan Babinsa Kelurahan Lanna, Kamiluddin dan Bhabinkamtibmas Andi Rahmat di rumah pribadi Daeng Saralia, Jumat (8/5/2020) kemarin.

Keputusan dua warga Kabupaten Gowa ini mendapat apresiasi dari Sosiolog Universitas Hasanuddin (Unhas), Muhammad Ramli AT.

Ia menilai bahwa ini merupakan suatu hal yang patut diapresiasi dan dicontoh. Pasalnya pilihannya untuk mengembalikan bansos yang bukan menjadi hak dan kewajibannya sangat membantu pemerintah di tengah keterbatasan bantuan yang ada.

Sehingga bantuan yang dikembalikan ini bisa dialihkan kepada masyarakat yang lebih membutuhkan. Apalagi di tengah pandemi Covid-19 ini banyak masyarakat yang terkena dampaknya.

“Saya kira itu perlu diapresiasi karena itu salah satu cara dan bentuk partisipasi masyarakat sendiri yang diharapkan bisa menjadi contoh dari warga lainnya. Mereka memperlihatkan sikap yang lebih bijak dalam menghadapi situasi seperti ini dimana banyak sekali warga kita yang butuh bantuan, sementara bantuan selalu terbatas,” katanya dikonfirmasi, Sabtu (9/5) .

Dosen Sosiologi Unhas ini mengatakan, di tengah situasi pandemi Covid-19 memang sangat dibutuhkan untuk saling membantu. Olehnya, ia berharap warga dengan kemampuan ekonomi yang cukup bisa ikut mengulurkan tangan memberikan banyak kepada masyarakat lain yang membutuhkan.

“Pemerintah saya kira pasti kewalahan kalau dia tidak dibantu seperti ini. Dan saya kira tugas pemerintah juga sebaiknya ikut mendorong partisipasi masyarakat agar bersinergi dengan pemerintah, agar semuanya bisa dilalui bersama-sama,” terangnya.

Sementara Lurah Lanna Syakhrir saat dikonfirmasi mengatakan, keputusan warganya yang sengaja mengembalikan BLT dari pemerintah karena dirinya telah mendapatkan bantuan sosial lainnya, yakni PKH.

“Saya kira ini suatu yang sangat luar bisa karena ada masyarakat yang sadar sendiri untuk mengembalikan ini. Ternyata yang dapat BLT ini atas nama suaminya namanya Taba. Sementara Daeng Saraila terima PKH,” singkatnya.

  • Putri

Comments

Baca Lainnya

Sikap Tebang Pilih Penilaian Korwil SPPG Maros Jadi Sorotan, hingga Abaikan Juknis

8 April 2026 - 02:55 WITA

Spirit Syekh Yusuf Digaungkan, Pemuda Sulsel Diminta Tampil Percaya Diri

25 Maret 2026 - 19:01 WITA

Bosowa Corporindo Bagikan Paket Sembako untuk Lansia di Kampung HM Aksa Mahmud

15 Maret 2026 - 16:31 WITA

DWP Kabupaten Gowa Buka Donasi Internal, Salurkan Bantuan untuk Masyarakat Miskin dan Panti Asuhan

10 Maret 2026 - 12:16 WITA

Pastikan Kesiapan Operasional Jelang Ramadan 2026, Direksi Pertamina Tinjau AFT Sam Ratulangi

13 Februari 2026 - 09:55 WITA

Trending di Daerah