Pembangunan Kolam ‘Putri Duyung’ Disorot, Ini Penjelasan Kades Pattalassang

Papan proyek pembangunan kolam renang di Desa Pattalassang.

BERITA.NEWS, Bantaeng – Pembangunan sarana dan prasarana wisata desa permandian kolam renang di Desa Pattalassang, Kabupaten Bantaeng, menuai sorotan.

Pasalnya pembangunan yang menggunakan anggaran Dana Desa (DD) sebesar Rp415.294.000 ini dinilai hanya terlihat sebatas pondasi saja.

Aliansi Pemuda Pattalassang, Irfan Afriadi mengatakan bahwa pembangunan kolam renang yang lebih dikenal dengan nama kolam renang “Putri Duyung” ini menghabiskan anggaran sampai ratusan juta rupiah ini terlihat hanya menyelesaikan pondasi saja.

Dia juga menuturkan kalau kolam renang ini selesai maka akan berpengaruh besar pada pengairan persawahan yang ada di sekitarnya.

“Petani akan kesusahan mencari sumber air kalau kolam renang ini ada karena sumber mata air yang ada yang mengairi persawahan selama ini itu kecil,” ucapnya.

Dia menambahkan kalau ada sekitar 10 hektar are persawahan yang menggunakan pangairan tersebut akan terancam kekurangan air.

Sementara itu Kepala Desa Pattalassang, Subhan mengatakan jika pembangunan sapras wisata desa kolam renang ini ada yang menyoroti berarti mereka kurang paham dengan kondisi yang ada di desa.

“Kalau ada yang menyoroti berarti mereka itu kurang paham dengan kondisi desa,” ucapnya.

Dia juga menuturkan kalau pemilik lahan sempat mengatakan jika kolam renang itu tidak jadi maka persawahan yang ada di sekitarnya akan mati.

Sedangkan untuk persoalan anggaran kolam renang yang nominalnya mencapai Rp415 294 000, katanya, hal itu bukan hanya untuk pembangunan fisik, akan tetapi ada juga untuk penggajian yang dimana dalam dana desa mengatur model penggajian padat karya tunai.

Menurutnya, itu belum termasuk pajak PPN dan perencanaan, jadi kemungkinan pembangunan fisiknya itu hanya tersisa sekitar Rp100 juta.

“Anggarannya memang sekitar Rp 415 juta akan tetapi itu bukan untuk fisik saja, ada pembayaran pajak, perencanaan dan gaji. Jadi kemungkinan untuk fisik tersisa sekitar Rp 100 juta saja,” jelasnya.

Selain itu dia juga mengaku sudah diperiksa dan diaudit oleh pihak Inspektorat.

“Setelah pemeriksaan Inspektorat, Alhamdulillah yang menjadi temuan itu hanya saluran pipa yang belum terpasang saja,” ungkapnya.

Akan tetapi saluran pipa itu barangnya sudah ada di desa cuma belum dipasang lantaran belum ada air yang mengaliri.

“Pipa yang menjadi temuan Inspektorat itu sengaja kami tidak pasang dikarenakan mengantisipasi akan terjadinya pencurian,” tuturnya.

Masyarakat sebagian menurut Subhan itu tidak paham akan tujuan pembangunan kolam renang tersebut.

“Kami punya perencanaan jika musim kemarau tiba maka air yang ada dalam kolam renang tersebut akan kami keluarkan untuk mengaliri persawahan,” imbuhnya.

. Saharuddin