Penutupan akses di pusat Kota Tegal saat local lockdown diberlakukan. (detikcom)

BERITA.NEWS, Kota Tegal – Pemerintah Kota Tegal memutuskan untuk memutus total akses keluar dan masuk wilayahnya atau lockdown untuk mencegah penyebaran Virus Corona atau COVID-19. Wali Kota Tegal Dedy Yon Supriyono meminta warganya yang ada di perantauan untuk tidak mudik pada Lebaran tahun ini.

“Kepada warga kota Tegal di perantauan, saya imbau tidak mudik selama musim pandemi COVID-19. Ini demi kebaikan kita bersama,” pinta Dedy Yon usai menggelar rapat koordinasi dengan Forkompinda di Kantor Diskominfo Tegal, Kamis (26/3/2020), mengutip Detikcom.

Ada puluhan titik akses ke Kota Tegal yang akan ditutup menggunakan beton. Lockdown Kota Tegal ini akan diterapkan mulai Senin, 30 Maret-30 Juli 2020.

“Kalau dilihat data, di Jakarta sudah ada 495 yang positif. Sementara banyak warga Kota Tegal dan sekitarnya yang merantau di Jakarta. Ini akan berpengaruh buruk untuk masyarakat Kota Tegal. Makanya, Kota Tegal akan gunakan local lockdown ini seluruhnya,” jelasnya.

Untuk diketahui, sebelumnya local lockdown yang dilakukan Kota Tegal dilakukan dengan water barrier. Penutupan itu tadinya hanya dilakukan di pusat kota dan lokasi-lokasi keramaian.

Sedangkan local lockdown sepenuhnya kali ini diberlakukan dengan pemasangan beton di seluruh akses masuk Kota Tegal. Penutupan akses ke Kota Tegal akan dilakukan bertahap mulai hari ini. Keputusan ini diambil Dedy menyusul ditetapkannya zona merah Kota Tegal setelah ada seorang warga di Slerok yang positif terjangkit COVID-19.

“Ini kita terapkan (local lockdown) karena status kota Tegal sekarang zona merah COVID-19. Kita ingin melindungi warga kota Tegal dari virus Corona,” ujar Dedy Yon.