Kepala BKD Sulsel Asri Sahrun Said. (BERITA.NEWS/Andi Khaerul)

BERITA.NEWS, Makassar – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Selatan akan menerapkan peralihan status dari honorer jadi tenaga magang. Sebanyak 23 ribu lebih diantaranya akan dikontrak per tahun sesuai kebutuhan.

Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Pemprov Sulsel Asri Sahrun Said mengaku peralihan status itu sesuai penegasan PP nomor 48 tahun 2005. Alasannya, tiap tahun jumlah honorer di masing-masing organisasi perangkat daerah (OPD) terus membengkak.

Asri mengatakan langkah Pemprov Sulsel akan mendukung aturan tersebut. Hal itu juga sebagai pertimbangan pemerintah melihat kemampuan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

“Data awal kita 23 ribu tapi kita lagi lakukan evaluasi, makanya kami sekarang lagi meminta data ke semua OPD untuk menyampaikan hasil evaluasi awal ya hasil akan segera ditindaklanjuti penetapan surat keterangan magang kalau secara kolektif,” ucapnya.

Asri menuturkan status magang tersebut akan diberi masa kontrak selama satu tahun. Hal yang kontras dengan status honorer, tidak ada batas waktu.

“Iya ini kan persoalan undang-undang kita dilarang mengangkat katanya honorer, ya kalau magang kan hanya per satu tahun ya, dan mereka statusnya tentunya namanya magang ya, mereka menjabarkan ilmu yang didapatkan dari bangku sekolah sebelumnya,” ungkapnya.

Sebelumnya, Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah merasa heran. Jumlah honorer dan K2 di lingkup Pemprov hampir setara dengan Aparatur Sipil Negara (ASN). Tiap tahun anggaran gaji yang disiapkan pun cukup fantastis.

“Jadi gini yang pertama yang paling besar itu adalah belanja tenaga kontrak itu hampir setara dengan jumlah pegawai ASN, itukan tidak masuk akal. Ini akan kita coba evaluasi. Bayangin Rp 70 M uang kita bayar honorer 25 ribu orang,” ucapnya beberapa waktu lalu. Rabu (2/10/2020).

. Andi Khaerul

loading...