Danny Pomanto dan Syamsu Rizal (Deng Ical) saat menjadi pasangan Walikota dan Wakil Walikota Makassar periode 2014-2019.

BERITA.NEWS, Makassar – Parameter Publik Indonesia merilis hasil survei terbarunya terkait elektabilitas bakal calon Wali Kota Makassar 2020. Hasilnya, elektabilitas Muh Ramdhan Pomanto (Danny Pomanto) masih tertinggi dengan 34,0%, sedangkan Syamsu Rizal (Deng Ical) 23,4%.

Ini berarti, tingkat elektabilitas keduanya hanya terpaut sekitar 11 persen. Dengan waktu pemilihan yang masih lumayan lama, bukan tidak mungkin Deng Ical bisa semakin mendekati DP.

Deng Ical sendiri merupakan pasangan DP pada pemerintahan kota sebelumnya. Ya, DP dan Deng Ical sebelumnya adalah walikota dan wakil walikota Makassar periode 2014-2019. Kini, mereka diprediksi bakal bersaing pada Pilwalkot Makassar 2020.

Survei Parameter Publik Indonesia dilakukan pada tanggal 1 sampai 6 Februari 2020. Survei menggunakan metode multistage random sampling, dimana sebanyak 440 responden diwawancara tatap muka dengan menggunakan kuesioner. Margin of error survei kurang lebih 4,8%.

Hasil survei memperlihatkan ada empat calon kandidat yang memiliki elektabilitas terkuat, yaitu Mohammad Ramdhan Pomanto (Danny Pomanto), Syamsu Rizal (Deng Ical), Munafri Arifuddin (Appi) dan Irman Yasin Limpo (None).

Berikut hasil survei Parameter Publik Indonesia:
. Danny Pomanto: 34,0%
. Deng Ical: 23,4%
. Appi: 10,4%
. None: 10,0%
. Rahasia/belum tahu/tidak menjawab: 16,0%

Direktur Eksekutif PT Parameter Publik Indonesia, Ras MD mengungkapkan, setiap bakal calon wali kota memiliki trend peningkatan elektablitas jika dibandingkan dengan survei pada Agustus 2019 lalu. Danny Pomanto yang pada Agustus 2019 lalu memiliki elektabilitas 33% pada bulan ini naik 1% menjadi 34%.

Sementara itu Deng Ical dari 20% di Agustus pada survei Februari ini naik 3,4% menjadi 23,4%. Sedangkan dua Bakal calon lainnya Munafri Arifuddin dari 6% naik 4,40% menjadi 10,4%. None dari 7,60% naik 2,4% menjadi 10%.

“Jika melihat hasil survei di atas, Deng Ical merupakan penantang terkuat Danny Pomanto dengan selisih 11% saja mengingat angka elektabilitas Danny dibawah 50% atau angka minority,” ujar Ras MD dalam keterangannya, Senin (24/2/2020), mengutip Detikcom.

Menurutnya, faktor yang menyebabkan elektabilitas Danny terbilang rawan karena 54,90% warga Makassar menginginkan Wali kota baru.

“Issue negatif petahana itu paling sering dikomsumsi publik sebanyak 56,4% dari 16,70 % yang pernah mendengar issue negatif dan faktor lainnya ialah 15,3% publik tahu jika Danny bukanlah putra daerah Makassar,” imbuhnya.

loading...